Breaking News:

Pileg 2019

Tenaga Honorer Puskesmas Nyambi Pengantar Galon Air Lolos Jadi Anggota DPRD, Ini Kesaksiannya

“Alhamdulilah senang sekali, senangnya itu karena dukungan orangtua yang begitu full memberikan semangat, dan antusias masyarakat," kata Agung

Editor: Erik Sinaga
Hand Out
Agung Darma (28), warga Desa Guali, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, yang pekerjaanya honorer di Puskesmas dan pengantar galon air, berhasil mengalahkan lawan politiknya dengan mengamankan satu kursi di DPRD Muna Barat dalam pencoblosan pemilu 17 April kemarin. 

“Kami juga tidak menyangka mengalahkan ketua partai DPC. Tapi itulah realita, bahwa tidak selamanya, pimpinan partai menjadi pemenang. Tidak selamanya, hari kita sudah buktikan dengan perjuangan yang panjang, alhamdulillah kita bisa kalahkan beliau,” ucap Agung.

“Yang saya lakukan ke depannya, tetap kepada janji politik kami, bahwa pertemanannya selamanya, artinya tetap menjalin silaturahmi, kebetulan saya perawat, kalau ada yang sakit, kita bantu,” ujarnya.

Ibu Agung, Wa Malu, juga tidak menyangka bahwa anaknya berhasil meraih suara terbanyak dan lolos dalam pertarungan caleg.

“Saya sangat bersyukur. Saya hanya berdoa terus agar anak saya berhasil lolos. Apalagi kalau diingat-ingat, pekerjaan anak saya ini setiap hari antar galon dan honorer di puskesmas. Saya bersyukur sekali,” kata Wa Malu.

Foto Ilustrasi Petugas KPU saat menunjukkan contoh surat suara pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018). Pemilu 2019 akan berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. Hal itu karena pemilihan legislatif digelar serentak dengan pemilihan presiden. Maka itu pemilih akan menentang lima kertas suara termasuk mencoblos anggota DPR, DPRD, hingga presiden dan wakil presiden.
Foto Ilustrasi Petugas KPU saat menunjukkan contoh surat suara pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018). Pemilu 2019 akan berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. Hal itu karena pemilihan legislatif digelar serentak dengan pemilihan presiden. Maka itu pemilih akan menentang lima kertas suara termasuk mencoblos anggota DPR, DPRD, hingga presiden dan wakil presiden. (Tribunnews/Jeprima)

Caleg stres

Terungkap caleg stres yang bakar surat suara Pemilu 2019 di beberapa daerah, di antaranya di Jambi dan Maluku diduga pelakunya Caleg PDIP.

Pembakaran surat suara Pemilu 2019 dilakukan lantaran suara caleg tersebut tak sesuai dengan harapannya.

Dari 11 Wakil, Hanya 3 Wakil Indonesia yang Lolos ke Perempat Final Kejuaraan Asia 2019

Percakapan WA Ratna Sarumpaet dengan Fadli Zon Dibuka Dalam Sidang, hingga Fahri Tawarkan Jadi Saksi

Anggota PPS yang Tewas di Sawangan Depok Punya Pesan Terakhir Sebelum Wafat

Pembakaran logistik pemilu yang dilakukan caleg stres, termasuk membakar kotak suara dan surat suara yang ada di dalamnya. Padahal, proses rekapitulasi atau real count KPU belum selesai.

Kasus pembakaran ini terjadi di berbagai daerah, misalnya Jambi, Maluku, hingga Papua.

Namun, ada juga kebakaran yang terjadi di Pesisir Selatan di Sumatera Barat.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Pengantar Galon Air Lolos Jadi Anggota DPRD Muna Barat Kalahkan Ketua DPC, Awalnya Diremehkan

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved