VIDEO Pakai Alat Berat, Petugas UPK Badan Air Bersihkan Waduk Pluit dari Eceng Gondok 

Satu diantaranya mengangkut eceng ke atas truk UPK Badan Air yang berkelir oranye, sementara satu lainnya tampak berada di tengah waduk.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Dua beko tampak tengah mengangkut eceng gondok di sisisi Selatan Waduk Pluit, Penjaringan Jakarta Utara, Minggu (28/4/2019).

Satu diantaranya mengangkut eceng ke atas truk UPK Badan Air yang berkelir oranye, sementara satu lainnya tampak berada di tengah waduk.

Kondisi Waduk Pluit yang masih terdapat eceng gondok membuat petugas bekerja  ekstra setiap harinya.

Apalagi kondisi disana diperparah dengan sedimen lumpur yang banyak mengendap di waduk tersebut.

"Kalau enggak sama lumpur bisa lebih cepat kerjanya. Ini kita terhambat sama lumpur. Beko juga jadi kesulitan buat jalan," ujar satu diantara Petugas UPK Badan Air, Sanusi saat ditemui di lokasi, Minggu (28/4/2019).

Pantauan wartawan tribunJakarta.com di lokasi, eceng gondok yang dikumpulkan beko kemudian diangkut ke atas truk untuk kemudian dikumpulkan menjadi satu dan diantar ke Bantar Gebang, Bekasi.

Dalam sehari setidaknya sebanyak 15 truk eceng gondok dapat terangkut.

Satu truk bisa menampung hingga delapan kubik beratnya.

Berharap Cepat Dibenahi, Tanggapan Warga Tentang Kondisi Waduk Pluit yang Dipenuhi Eceng Gondok

Petugas mengatakan, keseluruhan tumbuhan tersebut memang tidak ada yang diolah.

"Setiap hari setidaknya bisa 15 truk, nanti dikumpulkan baru dikirim ke Bantar Gebang," kata Sanusi.

Disebutkannya setiap hari setidaknya ada delapan personil yang dikerahkan di Waduk Pluit.

Sanusi pun berharap, kondisi eceng gondok yang masih terdapat di Waduk Pluit tidak akan ditambah dengan sampah rumah tangga dari pemukiman warga.

Karena, dirinya dan petugas lainnya masih kerap menjumpai sampah rumah tangga yang bergabung dengan kumpulan tanaman tersebut.

"Ya sampah lainnya ada, enggak cuma eceng saja, disana kan warganya masih buang sampah sembarangan ke waduk, sudah sering diberi tahu sebelumnya tapi masih sama," terangnya.

Penulis: Afriyani Garnis
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved