Jabodetabek Banjir

Warga Korban Banjir di RW 07 Kelurahan Rawa Jati Kekurangan Logistik

Sari menyebut tim inti yang mengolah logistik makanan bagi warga beranggotakan lima ibu dibantu sejumlah warga lainnya secara bergantian.

Warga Korban Banjir di RW 07 Kelurahan Rawa Jati Kekurangan Logistik
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Dapur umum warga RW 07 di Kelurahan Rawa Jati, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN - Sebanyak 1.325 warga di RW 07 Kelurahan Rawa Jati, Pancoran, Jakarta Selatan terdampak banjir luapan Kali Ciliwung pada Jumat (26/4/2019) dengan ketinggian air mencapai sekitar 3 meter.

Meski jadi wilayah terdampak banjir paling parah di Kelurahan Rawa Jati, warga RW 07 masih harus menderita karena kekurangan logistik makanan sejak hari pertama mereka kebanjiran.

Ketua RW 07 Kelurahan Rawa Jati, Sari Budi Handayani mengatakan bantuan logistik yang diberikan pihak kelurahan sejak Jumat hanya mencukupi kebutuhan 200 hingga 300 jiwa.

"Bantuannya hanya cukup untuk 200 sampai 300 warga, jadi enggak sampai setengahnya. Warga yang enggak kebagian ya terpaksa beli makanan sendiri, seadanya saja," kata Sari di Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2019).

Hingga kini, Sari merinci bantuan yang diberikan pihak Kelurahan Rawa Jati ke warga RW 07 beras 125 kilogram, 30 dus mie instan, 18 selimut, 20 liter minyak goreng, 10 botol kecap, 1 dus sarden, dan 30 dus air mineral.

BPBD DKI Catat Masih Ada Genangan di Pondok Pinang dan Kembangan, Kawasan Rawa Buaya Air Naik Lagi

Meski secara keseluruhan kekurangan logistik, Sari menyebut kebutuhan air mineral merupakan hal yang paling membuat warga RW 07 kelabakan.

"Yang paling susah ya air, karena jelas enggak cukup untuk warga. Dari kemarin ya warga minum seadanya saja, ada yang mengungsi ada yang bertahan di rumah. Biasanya yang di rumah yang bapak-bapaknya," ujarnya.

Untuk masalah logistik, para ibu warga RW 07 keroyokan mengolah bahan mentah yang diberikan pihak Kelurahan Rawa Jati di satu rumah dinas Puskesmas Kelurahan Rawa Jati.

Sari menyebut tim inti yang mengolah logistik makanan bagi warga beranggotakan lima ibu dibantu sejumlah warga lainnya secara bergantian.

"Ibu-ibu dari sini yang memasak, kita masak seadanya saja. Memang enggak cukup untuk semua warga, tapi setidaknya bisa membantu warga," tuturnya.

Kurangnya logistik makanan bagi warga RW 07 yang teramat banjir dibenarkan Sekretaris RT 04 Ahmad Fauzi yang mengaku tak kebagian nasi karena jumlahnya sedikit.

Selain kurang, Ahmad mengatakan bantuan logistik yang diberikan pemerintah sejak Jumat (26/4/2019) terlambat, bahkan berlanjut hingga hari ini.

"Waktu hari Jumat baru dapat logistik jam lima sore, baru datang lagi pas warga sudah tidur karena capek. Habis datangnya jam 10 malam, ya warga sudah pada tidur," ucap Ahmad.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved