Pemilu 2019

Anggota KPPS Klender yang Meninggal Sempat Dirawat Inap karena Penyakit Jantung

Cahyani (58), Wakil Ketua KPPS di TPS 81 Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit yang dinyatakan meninggal pada Senin (29/4/2019).

Anggota KPPS Klender yang Meninggal Sempat Dirawat Inap karena Penyakit Jantung
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Warga saat mengangkat keranda jenazah Cahyani di Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (29/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Cahyani (58), Wakil Ketua KPPS di TPS 81 Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit yang dinyatakan meninggal pada Senin (29/4/2019) di Rumah Sakit Persahabatan menambah duka di jajaran KPU Jakarta Timur.

Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Klender, Ilyas Muhammad Anwar mengatakan satu bulan sebelum pemungutan suara Cahyani sempat dirawat inap selama hari karena sesak nafas dan jantung.

"Almarhum sempat dirawat sekitar lima hari karena mengalami sesak nafas dan riwayat penyakit jantung. Jadi ada rekam medis juga," kata Ilyas di Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (29/4/2019).

Sebelum melantik Cahyani sebagai anggota KPPS, Ilyas menuturkan sempat bertanya kepada ketua RT yang merangkap sebagai Ketua KPPS 81 tentang kondisi fisik almarhum.

Namun saat ditanya Putra apakah dia siap terlibat penuh sebagai penyelenggara Pemilu 2019, Cahyani lantang menyatakan kesiapannya jadi anggota KPPS.

"Ditanya ketua RT sanggup atau enggak, karena kita tahu almarhum memiliki riwayat medis. Tapi almarhum menyatakan sanggup, dan memang di Pilkada sebelumnya almarhum anggota KPPS juga," ujarnya.

Meski di hari pemungutan suara pada Rabu (17/4/2019) Cahyani kembali mengeluh sesak nafas, dia tetap melanjutkan tugasnya hingga penghitungan suara di TPS 81 beres.

Kesibukan Cahyani sebagai bendahara RT, anggota Jumantik di lingkungan tempat tinggalnya kian membebani kondusif fisik almarhum sehingga akhirnya jatuh sakit.

"Selasai penghitungan di TPS jam 4 subuh. Jumat kemarin dia mengeluhkan sesak nafas lagi. Nah subuh tadi kembali merasa sesak nafas, tapi pas perjalanan ke rumah sakit sudah enggak ada," tuturnya.

Meski disibukan banyak aktivitas, Hendri, satu anak Cahyani mengatakan ibunya tak pernah mengeluh dan tetap terlibat berbagai aktivitas usai proses pemungutan suara beres.

Petugas KPPS di Kelurahan Rawa Bunga Meninggal Setelah Koma Selama 8 Hari

Terungkap Beberapa Faktor yang Menyebabkan Banyak KPPS Meninggal Dunia Analisis Kedokteran

Dua hari setelah rekapitulasi suara tingkat TPS, Cahyani bahkan tetap membantu kegiatan di Posyandu, dan menunaikan kewajibannya sebagai anggota Jumantik.

"Kami tahu pasti capek ya setelah semalaman bertugas menghitung surat suara. Tapi beliau ini enggak pernah mengeluh sakit. Makanya kami sekeluarga kaget tiba-tiba beliau enggak ada," kata Hendri.

Setelah tiba di rumah duka Jalan Niaga Raya siang tadi, jenazah Cahyani dibawa pihak keluarga ke Purwakarta untuk dimakamkan.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved