Banjir Surut, Warga Balekambang Minta Pemerintah Sediakan Pompa Air untuk Bersihkan Lumpur

Warga RW 005 Kelurahan Balekambang yang terdampak luapan Sungai Ciliwung mengalami kesulitan untuk membersihkan lumpur.

Banjir Surut, Warga Balekambang Minta Pemerintah Sediakan Pompa Air untuk Bersihkan Lumpur
TribunJakarta.com/Bima Putra
Permukiman warga RW 05 Kelurahan Balekambang yang masih tertimbun lumpur di Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/4/2019). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Warga RW 005 Kelurahan Balekambang yang terdampak luapan Sungai Ciliwung belum dapat bernafas lega karena harus membersihkan timbunan lumpur bercampur sampah yang menjamah permukiman mereka.

Warga RT 005, Nani Rajikan (53), mengatakan warga kesulitan membersihkan lumpur karena timbunannya mencapai tinggi sekira 30 sentimeter ditambah ketiadaan pompa air.

Meski banjir bukan merupakan hal baru bagi warga yang sejak lama bermukim di bantaran Kali Ciliwung, mereka tetap kelabakan membersihkan timbunan lumpur.

"Maunya sih dikasih bantuan pompa air ya, biar gampang bersihin lumpur. Kalau ada pompa air kan bisa disemprot lumpurnya, bersihin secara manual lama, capek juga," kata Nani di Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/4/2019).

37 Titik di Jakarta Sabtu Pagi Masih Direndam Banjir: Paling Banyak di Jakarta Timur

Dapur Umum Untuk Korban Banjir di Jakarta Timur Ada di Cawang

Terdampak Banjir, Jalan Cililitan Kecil II Jakarta Timur Retak

Selain tingginya timbunan lumpur, warga dibuat kelabakan karena setelah sempat surut, Sungai Ciliwung kembali meluap pada Sabtu (27/4/2019) sekira pukul 10.00 WIB hingga mencapai ketinggian satu meter.

Kejadian tersebut kembali terulang pada Minggu (28/4/2019) malam saat sebagian wilayah Jakarta dan Kota Depok diguyur hujan dengan intensitas sedang, sehingga lumpur kembali terbawa luapan Ciliwung.

"Dari kemarin setiap dibersihkan banjir lagi, jadi lumpur ikut naik. Sudah capek dibersihkan tapi malah lumpur datang lagi. Saya saja sampai gatal-gatal karena bersihkan lumpur pakai tangan," ujarnya.

Ira (23), warga RT 05 lainnya juga mengeluhkan sulitnya membersihkan timbunan lumpur bercampur sampah tanpa adanya bantuan pompa air.

Banjir Rendam Permukimannya, Sejumlah Warga Jakarta Timur Mengungsi

Banjir 2 Meter Rendam Sejumlah Permukiman di Jakarta Timur

Tak hanya melelahkan, timbunan lumpur yang hingga kini masih bercokol di sekitar permukiman warga dikhawatirkan memperburuk kondisi kesehatan warga.

"Biasanya habis banjir tomcat pada keluar, kalau kotor seperti ini kan juga enggak sehat. Apalagi buat anak-anak, mereka pasti lebih rawan kena penyakit dibanding orang dewasa," tutur Ira.

Keberadaan lumpur membuat anak-anak kecil tak dapat bermain bebas, warga juga harus berhati-hati melangkah bila tak ingin tergelincir karena menginjak lumpur.

Menurutnya, sejak lama warga RW 005 tak memiliki pompa air sehingga harus pontang-panting membersihkan timbunan lumpur setiap banjir luapan Ciliwung menyergap rumah mereka.

"Dari dulu enggak pernah ada bantuan pompa air, setiap habis banjir ya susah. Sekarang harus hati-hati kalau jalan, lumpurnya licin. Sudah capek, sakit, bahaya juga, lengkap lah pokoknya kalau banjir," keluh dia.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, lumpur bercampur sampah masih tampak menganggu aktivitas warga yang masih kelelahan karena harus mengungsi dan begadang memantau tinggi air Ciliwung.

Penulis: Bima Putra
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved