Cerita Suryadi: 6 Hari Tanpa Penghasilan Akibat Banjir

Karena musibah tersebut, pria yang berprofesi sebagai kuli bangunan itu mengaku tidak bisa bekerja selama hampir satu pekan.

Cerita Suryadi: 6 Hari Tanpa Penghasilan Akibat Banjir
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Suryadi (54), warga RW 08 Kelurahan Pejaten Timur, Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, saat ditemui TribunJakarta.com, Senin (29/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Suryadi (54) menjadi salah satu korban terdampak banjir di RW 08 Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Karena musibah tersebut, pria yang berprofesi sebagai kuli bangunan itu mengaku tidak bisa bekerja selama hampir satu pekan.

"Alat-alat saya terendam air semua. Ini baru saya bersihkan semua, tinggal tunggu kering," kata Suryadi kepada TribunJakarta.com, Senin (29/4/2019).

"Ya, sudah tidak ada penghasilan lagi ini sudah enam hari. Untungnya kalau buat makan ada dari dapur umum," tambahnya.

Ia menjelaskan, banjir di wilayahnya sudah terjadi sejak Rabu (24/4/2019).

Hanya saja, sambungnya, ketinggian air saat itu masih sekitar 10-20 Cm.

"Yang paling parah ya hari Jumat (27/4/2019) itu. Sampai atap airnya. Sabtu sudah turun, itu juga masih satu meter lebih," tuturnya.

Hanya DP Rp 10 Juta Bisa Bawa Pulang Mobil DFSK di IIMS 2019

Bahas Banjir Tahun 2015 dan 2019, Gubernur Anies Beberkan Perbedaannya

Banjir di Wilayah Jakarta Barat Sudah Mulai Surut Pagi Ini

Suryadi mengaku sudah tinggal di bantaran Kali Ciliwung sejak 1987. Karenanya, ia menganggap banjir sebagai hal biasa.

"Orang pas hari Rabu, air sudah agak naik saya masih merokok, masih nonton TV di sini," ucapnya.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved