Jabodetabek Banjir

Curhat Korban Banjir Kembangan Jakbar, Tak Separah Banjir 2017 Hingga Anak Tidak Sekolah

May (35) merupakan satu di antara warga Kembangan Utara, Jakarta Barat yang tempat tinggalnya terendam banjir atas luapan Kali Angke.

Curhat Korban Banjir Kembangan Jakbar, Tak Separah Banjir 2017 Hingga Anak Tidak Sekolah
TRIBUNJAKARTA.COM/LEO PERMANA
May, seorang warga yang tempat tinggalnya terendam banjir atas luapan Kali Angke, Kembangan Utara Jakarta Barat, Senin (29/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - May (35) merupakan satu di antara warga Kembangan Utara, Jakarta Barat yang tempat tinggalnya terendam banjir atas luapan Kali Angke.

Meski saat ini banjir di wilayah tersebut sudah surut, masih ada rasa kekhawatiran yang ada di dalam dirinya.

Ia bercerita saat itu hujan tidak terlalu deras mengguyur wilayah tempatnya bermukim.

Hingga May pun dijelaskan oleh pihak Rw setempat bila adanya banjir kiriman.

"Ya lah takut kalau begini lagi (banjir) sebenarnya di sini hujan tidak deras banget kok, (tapi) bisa segitunya saya juga bingung kiriman kata Rw-nya," ucapnya saat ditemui di kontrakannya, Senin (29/4/2019).

Ia melanjutkan, sebelumnya wilayah tersebut juga terendam banjir pada tahun 2017.

Menurutnya, saat itu lebih parah banjirnya dibanding banjir yang terjadi selama dua hari ini di wilayah tempat tinggalnya itu.

"Tapi lebih parah saat banjir 2017 lalu, ini mah mending dua harian saja, saat itu mah ada seminggu," ungkap May.

"Waktu itu kita ngungsi di dalam Musala, tapi kan sekarang tidak boleh karena untuk tempat ibadah kan, jadi kalau kemarin tempat pengungsiannya di sana (tenda pengungsian)," tambahnya.

Ia pun berharap pada pemerintah setempat agar tidak adanya lagi banjir di wilayahnya.

Hal itu ia sampaikan, mengingat anak-anaknya sempat tidak sekolah saat terjadinya banjir.

Status Siaga III, Rumah Sekitar Kali Angke Masih Digenangi Banjir

Diterjang Banjir, 3 Rumah Warga Balekambang Dekat Bantaran Kali Ciliwung Hancur Parah

"Harapan saya jangan banjir lah, inginnya jangan banjir soalnya kita namanya ngontrak, (lalu) anak-anak saja tidak sempat sekolah saat kejadian banjir," tuturnya.

"Kita kan bingung, baju (termasuk seragam sekolah anak) kita umbek-umbekin saja di atas, mau ngambilnya lagi juga ribet kan. Paling saya mintanya itu dah, kalau bisa jangan banjir lagi, itu sih mintanya," lanjut dia.

Penulis: Leo Permana
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved