Selama 2 Pekan, Terjadi Dua Kali Longsor di Turap Saluran PHB Gongseng

Dalam 2 pekan terakhir, turap saluran penghubung (PHB) Gongseng Pekayon, Kramat Jati, Jakarta Timur sudah dua kali longsor.

Selama 2 Pekan, Terjadi Dua Kali Longsor di Turap Saluran PHB Gongseng
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Petugas SDA lakukan pemasangan dolken di saluran PHB Gongseng, Pekayon, Jakarta Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Dalam 2 pekan terakhir, turap saluran penghubung (PHB) Gongseng Pekayon, Kramat Jati, Jakarta Timur sudah dua kali longsor.

Hal ini diungkapkan oleh satu diantara 30 petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sopian Hadi.

Dirinya menceritakan turap yang berada di Jalam Lewa 14 RT 12/10 Pekayon, Kramat Jati, Jakarta Timur ini hanya bersifat sementara.

Sehingga ketika hujan deras memungkinkan untuk terjadi longsor lagi.

"Kejadiannya baru terjadi hari ini Senin (29/4/2019) sekitar pukul 01.00 WIB. Jadi ini sudah kejadian kedua. Minggu lalu kita sudah lakukan pemasangan dolken dan bambu ketika longsor. Tapi ternyata begitu hujan deras longsor lagi dengan kedalaman yang lebih parah. Jadi ini kita lakukan pemasangan turap sementara kembali sampai ada pemasangan turap permanen," jelasnya, Senin (29/4/2019).

Sekitar 30 petugas SDA dan 20 petugas PPSU sudah bersiaga di lokasi sejak pukul 07.00 WIB pagi.

Mereka terus melakukan perbaikan turap ulang guna menekan korban jiwa dan mempermudah akses warga.

Wali Kota Jakarta Timur M Anwar Tinjau Lokasi Longsor di Saluran PHB Gongseng

Kesaksian Warga Dengar Suara Gemuruh Sebelum Longsor di Cimahi, Wirang Birawa Ungkap Firasatnya

Sementara itu, Ketua RW 10 Tasirun mengimbau untuk para warganya agar selalu waspada selama proses perbaikan turap dan kemungkinan longsor ulang.

"Ya memang ini sudah dua kali terjadi dalam 2 minggu terakhir. Maka dari itu saya mengimbau kepada warga yang rumahnya di sekitar lokasi maupun warga yang melintasi lokasi tersebut untuk tetap berhati-hati. Pemasangan turap dengan dolken sampai saat ini masih terus diupayakan. Sebab kedalaman longsor saat ini sudah mencapai sekitar 5 meter. Jangan sampai ada warga yang menjadi korban jiwa karena kemungkinan longsor lanjutan," pungkasnya.

Pantauan TribunJakarta.com, selama proses perbaikin jalan terasa licin sebab terdapat tanah merah di lokasi yang basah

Ketika melintasi pinggiran longsor harus tetap waspada dan berhati-hati agar tidak terpeleset akibat jalanan yang licin.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved