Jabodetabek Banjir

Sindiran Halus Warga Bekasi Rumahnya Diterjang Banjir, Unggah Foto dan Video Unik di Media Sosial

"Air cepat banget naiknya, nggak sampai setengah jam tiba-tiba sudah selutut padahal sebelumnya hanya semata kaki," katanya.

Sindiran Halus Warga Bekasi Rumahnya Diterjang Banjir, Unggah Foto dan Video Unik di Media Sosial
Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri
Akun Instagram @rezaapriadi1, memposting foto dengan tulisan, "Mau liburan, tapi budget pas-pasan. Liburan di rumah ajalah." 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Warga Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi menggunakan cara unik untuk mengkritik pemerintah daerah setempat mengenai banjir.

Caranya mereka memposting ke media sosial Instagram saat makan mie ayam di tengah suasana banjir sedalam 60 sentimeter dan bersandar di atas kasur angin atau lazy bag di tengah banjir.

Seperti yang dilakukan oleh Kamal Rahmansyah (24) dan Bagas (24) warga Jatimulya. Kamal merekam video Bagas yang tengah menyantap mie ayam di tengah banjir sedalam 60 sentimeter di Jalan Nusantara V RT 05/15, Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Ahad (28/4) petang.

"Wah gila banjir-banjir makan mie ayam kan," ujar Kamal sambil merekam Bagas yang tengah menyantap hidangan di meja. Seolah tak peduli dengan banjir di sekitar, Bagas tetap menikmati hidangan di meja meski ketinggian air berada di lututnya. 

"Ini namanya warung apung," sahut Bagas sambil menuangkan sambal ke dalam mangkuk mie ayamnya.

Saat dihubungi, Kamal mengaku sengaja membuat video tersebut untuk mengkritik pemerintah daerah setempat. Sebab setiap hujan deras mengguyur wilayah setempat selama tiga jam lagi, pasti permukiman warga terendam banjir.

"Di sini ada 13 Jalan Nusantara dari 1 sampai 13 dan banjir yang paling parah berada di Jalan Nusantara 12 dan 13 karena posisinya lebih rendah serta dekat dengan saluran pembuang menuju Kalimalang," kata Kamal.

Selain untuk mengkritik pemerintah, kata dia, video itu dibuat untuk lucu-lucuan di akun Instagram miliknya dengan akun @kamalrachmansyah. Kamal bercerita, sebelum banjir menerjang permukimannya saat itu dia tengah nongkrong bersama Bagas di tempat pencucian sepeda motor.

Kamal mencuci sepeda motor miliknya pada Ahad (28/4) siang ditemani oleh Bagas. Saat hujan deras mulai mengguyur permukiman setempat, mereka beranjak ke tempat mie ayam di lingkup tempat pencucian sepeda motor.

"Saat duduk sambil tunggu pesanan, awalnya ketinggian air hanya 15 sentimeter," imbuhnya.

Halaman
123
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved