Pemilu 2019

Terungkap Beberapa Faktor yang Menyebabkan Banyak KPPS Meninggal Dunia Analisis Kedokteran

"Pertama yang saya amati adalah waktu kerja yang sudah melewati jam biologis manusia, mereka bekerja bahkan sampai 24 jam," kata Dekan FK UI

Terungkap Beberapa Faktor yang Menyebabkan Banyak KPPS Meninggal Dunia Analisis Kedokteran
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
TKN Milenial Jokowi-Maruf tabur bunga bersama di Bundaran HI sebagai bentuk dukacita terhadap anggota KPPS yang meninggal dunia, Minggu (28/4/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM- Sejumlah dokter dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta.

Mereka menyampaikan dugaan analisis mengenai penyebab ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia dan sakit. Menurut mereka, ada sejumlah faktor gugurnya para petugas pemilu.

"Pertama yang saya amati adalah waktu kerja yang sudah melewati jam biologis manusia, mereka bekerja bahkan sampai 24 jam," kata Dekan FK UI Ari Fahrial Syam di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019).

Faktor kedua, diduga anggota KPPS sebagian ada yang sehat dan ada yang sakit. Sehingga, tidak diketahui apakah KPPS yang bertugas saat pemungutan dan penghitungan suara memiliki masalah kesehatan atau tidak.

Ketiga, anggota KPPS diduga mengalami stres yang tinggi sehingga mengganggu psikis yang bersangkutan.

Tak hanya itu, faktor lingkungan juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan anggota KPPS. Sebab, mereka bekerja di dalam tenda dengan penerangan yang terbatas dan ruangan terbuka.

"Jadi kondisi lingkungan, kondisi fisik dan kondisi waktu kerja yang berlebihan ini jadi satu hal yang akhirnya mereka jatuh sakit dan bahkan menyebabkan kematian," ujar Ari.

Menurut Ari, dari penjelasan yang disampaikan KPU, didapati bahwa 70 persen anggota KPPS yang meninggal dunia berumur di atas 40 tahun. Usia ini, kata dia, merupakan patokan usia rentan sakit. 
Oleh karenanya, dapat disimpulkan bahwa faktor usia memengaruhi anggota KPPS yang sakit dan meninggal.

"Faktor usia bisa dipertimbangkan lagi. Kita merekomendasikan umur di bawah 60 tahun," kata Ari.

Anggota KPPS Ini Meninggal Dunia Usai Koma 8 Hari: Awalnya Mengeluh Sakit di Bagian Dada

Warga Korban Banjir Kembangan Diberikan Penyuluhan Terkait Pengolahan Air Minum

Persib Bandung Akan Rilis Nama-nama Pemain Bulan Depan, Siapa Saja yang Bertahan dan Dipinjamkan?

FK UI juga merekomendasikan, supaya ke depannya melibatkan Puskesmas di seluruh daerah. Keterlibatan Puskesmas penting untuk menjaga kesehatan anggota KPPS dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Hingga Senin (29/4/2019) pagi, jumlah anggota KPPS yang meninggal dunia sebesar 296. Sedangkan yang sakit mencapai 2.151 orang.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ini Analisis FK UI soal Banyaknya Anggota KPPS yang Meninggal

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved