UPK Badan Air Sebut Butuh 295 Kali Pengakutan untuk Bersihkan Pintu Air Manggarai dari Sampah

Ia menyebut, pembersihan Pintu Air Manggarai dari sampah yang menumpuk sudah rampung sejak Minggu (28/4/2019) sore.

UPK Badan Air Sebut Butuh 295 Kali Pengakutan untuk Bersihkan Pintu Air Manggarai dari Sampah
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Situasi Pintu Air Manggarai, Minggu (28/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) Unit Pelaksanaan Kebersihan (UPK) Badan Air Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat Rohmat mengatakan, saat ini sudah tidak ada sampah menggunung yang menutupi Pintu Air Manggarai.

Ia menyebut, pembersihan Pintu Air Manggarai dari sampah yang menumpuk sudah rampung sejak Minggu (28/4/2019) sore.

"Hari Minggu sore sudah bersih, sudah tidak ada sampah menumpuk lagi seperti beberapa hari lalu," ucapnya saat dihubungi TribunJakarta.com, Senin (29/4/2019).

Dikatakan Rohmat, guna mengangkut ratusan ton sampah yang menumpuk bagai gunung di Pintu Air Manggarai, dibutuhkan 295 kali penganggutan menggunakan 15 truk yang telah disiapkan oleh Dinas Lingungan Hidup DKI Jakarta.

"Sejak Kamis pagi sampah mulai menumpuk di Pintu Air Manggarai sampai proses penanganan selesai itu ada 295 kali pengangkutan," ujarnya.

Gubernur Anies Sebut Wacana Pemindahan Ibu Kota ke Luar Jawa Tak Kurangi Macet di Jakarta

Ratusan ton sampah tersebut dikatakan Rohmat, dikumpulkan terlebih dahulu di tempat penampungan yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan.

"Selama proses pembersihkan kami bawa ke penampungan di Perintis Kemerdekaan agar truk pengangkut lebih cepat kembali ke pintu air," kata Rohmat.

"Setelah itu baru kami bawa ke pembuangan air di Bantar Gebang," tambahnya.

Meski kini sampah terlihat sudah tidak menumpuk di Pintu Air Manggarai, namun UPK Badan Air tetap menyiagakan sejumlah petugas dan dua unit alat berat.

Tak hanya itu, beberapa truk pengangkut sampah pun tampak masih terparkir di area Pintu Air Manggarai.

"Alat berat ada dunia dan ada personel ada lima PLH (Pelaksana harian)," ucapnya.

Habisi Nyawa Kakaknya, Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi: Hati Saya Panas Sama Abang

Seperti diketahui, sejunlah wilayah di ibukota Jakarta sempat terendam banjir pada Jumat (26/4/2019) dan Sabtu (27/4/2019) lalu.

Banjir disebabkan oleh luapan Sungai Ciliwung yang tidak mampu menampung debit air Bendung Katulampa, Bogor, Jawa Barat.

Akibat kejadian ini, sebanyak dua orang dilaporkan meninggal dunia dan ratusan orang lainnya terpaksa harus mengungsi.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved