GSM: Minat Belajar Siswa Mulai Bergeser ke Sistem Pembelajaran Online

menurut Rizal, pelajar dari tingkatan SD sampai SMA sederajat mengaku jenuh dan merasa terkekang dengan metode pembelajaran di sekolah konvensional.

GSM: Minat Belajar Siswa Mulai Bergeser ke Sistem Pembelajaran Online
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
penggagas pencetus Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Muhammad Nur Rizal (tengah) saat ditemui di Qbig, BSD City, Selasa (30/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, PAGEDANGAN - Minat belajar siswa di Indonesia kini bergeser ke metode pembelajaran secara online.

Hal tersebut dilontarkan oleh penggagas pencetus Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Muhammad Nur Rizal yang membuat riset bahwa para pelajar sudah mulai jenuh dengan metode pembelajaran konvensional.

Indikator tingkat kejenuhan pelajar, menurut dia, dapat dilihat dari terbenturnya sikap dan pencapaian nilai akademik yang saling bertolak belakang dari siswa.

"Banyak siswa yang nilainya tinggi tapi pribadinya kurang terbentuk. Bahkan dari riset kami, murid-murid justru suka belajar dari online atau sekolah online, karena guru-guru online dianggap mereka lebih menjanjikan," jelas Rizal di Qbig, BSD City, Kabupaten Tangerang, Selasa (30/4/2019).

Parahnya lagi, menurut Rizal, pelajar dari tingkatan SD sampai SMA sederajat mengaku jenuh dan merasa terkekang dengan metode pembelajaran di sekolah konvensional.

Para siswa tersebut mengaku terkekang mulai dari cara mengajar gurunya hingga tuntutan nilai yang baik untuk mencapai sebuah prestasi.

"Riset kecil-kecilan tanya langsung kepada anak-anak bahwa mereka itu bosan di sekolah, tidak menemukan fungsinya, tidak ada hal menantang di sekolah, bahkan useless. Tapi, mereka tidak berani membicarakannya," papar Rizal.

Rizal pun menyatakan bahwa harus tercipta sebuah platform atau wadah yang mengarahkan masalah pendidikan di Indonesia untuk tidak sekedar mengejar nilai.

Kereta Wisata Ini Siap Mengantar Pengunjung Berkeliling Monas

Update Marko Simic Jelang Pulang, Rindu Sabet Gelar Bersama Persija, Sang Bomber: Miss That So Much

Rencana Pemindahan Ibu Kota Jadi Pembahasan Sejumlah Pihak, Ini Kata Dubes Australia

Sebab, bila terus menerus seperti itu, pendidikan di Indonesia bisa terancam punah dalam hitungan puluhan tahun.

"Ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi kalau tidak dibenahi sistem pembelajaran maka pendidikan di Indonesia bisa punah. Paradigmanya tuh sudah berubah seperti nokia yang punah termakan smartphone, ojek sekarang ada gojek," tutur Rizal.

Maka dari itu, Gerakan Sekolah Mengajar (GSM) membentangkan sayapnya lebih lanjut untuk menggeser pola pikir pembelajaran di Tangerang dengan menggandeng Sinar Mas Land.

Bersama GSM dan Sinar Mas Land, terdapat 200 sekolah di Tangerang yang menerapkan sistem pembelajaran menyenangkan tanpa menyampingkan kurikulum yang sudah berjalan.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved