MRT Jakarta Berhasil Angkut 82 Ribu Penumpang Perhari Selama Satu Bulan Beroperasi

Wiliam mengatakan, selanjutnya MRT Jakarta akan mulai beroperasi secara normal dengan 16 rangkaian

MRT Jakarta Berhasil Angkut 82 Ribu Penumpang Perhari Selama Satu Bulan Beroperasi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Suasana di depo MRT Lebak Bulus saat uji coba publik, Selasa (12/3/2019). Mulai Selasa 12 Maret hingga 24 Maret mendatang, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase I rute Bundaran HI-Lebak Bulus melakukan uji coba gratis untuk warga yang sudah melakukan pendaftaran. Selama uji coba, diperkirakan kereta bakal mengangkut sebanyak 285.600 penumpang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, SUDIRMAN - Direktur Utama PT MRT Jakarta Wiliam Syahbandar mengatakan, pihaknya telah melaksanakan evaluasi pasca beroperasi MRT Jakarta selama satu bulan.

Pada bulan pertama pengoperasian, Wiliam mengatakan bahwa MRT Jakarta telah mengangkut 82 ribu penumpang setiap harinya.

"Berdasakan evaluasi pelaksanaan operasi komersial, jumlah penumpang rata-rata MRT dalam bulan ini sudah mencapai 82 ribu penumpang per hari, dan tingkat ketepatan kereta MRT itu sudah mencapai 99,8 persen," kata Wiliam, Selasa (30/4/2019).

Wiliam mengatakan, selanjutnya MRT Jakarta akan mulai beroperasi secara normal dengan 16 rangkaian kereta ratangga dengan rincian 14 rangkaian beroperasi, dan dua lainnya untuk cadangan.

Jumlah trainset tersebut akan dioperasikan mulai tanggal 1 Mei 2019 besok.

"Pada tanggal 1 Mei 2019, kita akan mulai dengan layanan mulai jam 05.00 WIB sampai jam 24.00 WIB. Kemudian jumlah unit kereta yang akan dioperasikan itu sebanyak 14 train set dan 2 akan disiapkan sebagai cadangan. Itu yang akan kita lakukan mulai 1 Mei 2019," katanya.

965 Kendaraan Ditilang saat Hari Pertama Operasi Keselamatan Jaya

Suami Bunuh Istri di Bekasi, Ini Sosok Pelaku di Mata Tetangga

MRT Jakarta sebelumnya telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 24 Maret 2019 lalu.

Namun, meski sudah resmi berbayar per tanggal 1 April 2019 lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi kebijakan potongan harga khusus sebesar 50 persen selama bulan pertama pengoperasian.

Potongan harga itu diberikan Anies karena sejumlah alasan. Selain untuk mensosialisasikan penggunaan moda transportasi terbaru itu, Anies menyebut bahwa operasional MRT Jakarta sendiri belum lengkap.

Sebab, pada bulan April ini hanya ada delapan rangkaian kereta yang telah beroperasi dari 16 rangkaian kereta tersebut.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved