Suami Bunuh Istri di Bekasi, Ini Sosok Pelaku di Mata Tetangga

Suherman juga tidak habis pikir ketika ujungnya Tugimin yang dia kenal sebagai sosok yang dihormati dan memiliki kepriabadian yang sopan tega membunuh

Suami Bunuh Istri di Bekasi, Ini Sosok Pelaku di Mata Tetangga
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
TKP kasus suami bunuh istri di Perumahan Grand Permata City, Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM - Aksi sadis dilakukan Tugimin (47), warga Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi yang tega membunuh istrinya dengan cara mejerat menggunakan tali tambang.

Tugimin yang tinggal dengan istrinya Tanti Susanti (46) di Perumahan Grand Permata City, Blok H1 Nomor 27 RT 01/07 ini di mata tetangga rupanya seorang sosok yang baik.

Suherman Ketua RT setempat mengatakan, Tugimin merupakan salah satu warga yang dituakan di lingkungan tempat tinggal. Di juga terbilang cukup aktif mengikuti kegiatan-kegiatan bersama warga dan tidak pernah punya masalah dengan tetangga.

"Pak Tugimin itu dituakan di sini, karena dia cukup lama tinggal di sini paling dulu lah waktu pertama perumahan ini baru jadi dia sama istrinya warga pertama yang tinggal di sini," kata Suherman, Selasa (30/4/2019).

Bahkan, sosok Tugimin yang dituakan di lingkungan tempat tinggalnya membuat dia sempat dipercaya menjadi ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Mujahidin di Perumahan Grand Permata City.

"Dia sempat jadi ketua DKM, karena dia jugakan dituakan otomatis dihormatilah sama warga sini," jelas dia.

Namun memasuki tahun 2016, Tugimin mulai jarang terlihat aktif dilingkungan tempat tinggalnya. Suherman mengatakan, sejak saat itu, Tugimin lebih sering aktivitas di luar bersama begitu juga dengan istrinya.

"Pas 2016 itu mulai jarang keliatan, dia lebih sering keluar, pulang malam, jadi udah enggak terlalu aktif di lingkungan sini, tapi sama warga baik-baik aja, enggak ada masalah apa-apa," ungkap dia.

Dari informasi yang dia ketahui, Tugimin sejak 2016 itu mulai dilanda masalah ekonomi lantaran usahanya mulai bangkrut. Dia diketahui sejak tahun itu ikut bekerja bersama rekannya dan menjadi kuli bangunan.

Halaman
123
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved