Diduga Kurang Transparan, IPW Minta Polda Metro Jaya Beri Kejelasan Terkait Sejumlah Kasus

Indonesia Police Watch (IPW) mengkritik keterbukaan informasi di Polda Metro Jaya dalam penanganan kasus yang masih berada di tangan mereka

Diduga Kurang Transparan, IPW Minta Polda Metro Jaya Beri Kejelasan Terkait Sejumlah Kasus
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ilustrasi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di RS Polri Kramat Jati, Selasa (30/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Indonesia Police Watch (IPW) mengkritik keterbukaan informasi di Polda Metro Jaya dalam penanganan kasus yang masih berada di tangan mereka atau berkasnya belum dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan.

Satu di antaranya kasus yang membuat bekas Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Teguh Hendrawan menyandang status tersangka sejak Agustus 2018 lalu dan diduga membuat pembangunan Waduk Rorotan mangkrak.

Pasalnya ketika dikonfirmasi sejauh apa perkembangan kasus, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono hanya menjawab singkat dan mengatakan bakal mengeceknya ke penyidik.

Penjelasan Polda Metro Jaya Kasus Dugaan Korupsi Nur Mahmudi yang Belum Dibawa ke Meja Hijau

Ungkap 120 Kg Sabu, Satresnarkoba Polres Jakbar Bakal Diganjar Reward dari Kapolda Metro Jaya

IPW Pertanyakan Nasib Kasus yang Menjerat Mantan Kepala Dinas SDA Jadi Tersangka

Plt Ketua Umum PSSI Ditahan, IPW Pertanyakan Status Hukum Iwan Budianto

Menanggapi hal tersebut, Ketua IPW Neta S. Pane menilai sikap tersebut menunjukkan tidak profesionalnya Polda Metro Jaya dalam menangani kasus yang berkaitan dengan jabatan publik atau masyarakat.

"Ada dua hal yang patut diduga. Pertama, ada hal yang hendak ditutup-tutupi. Kedua, tidak profesional dalam menyikapi atau menanggapi perkembangan sebuah kasus di wilayah tugasnya," kata Neta saat dihubungi di Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/5/2019).

Neta menilai sikap Polda Metro Jaya tidak menjelaskan sudah sejauh apa perkembangan kasus yang menjerat Teguh justru mencoreng citra mereka di mata masyarakat.

Pasalnya masyarakat tak mengetahui apakah Teguh diharuskan wajib lapor sebagai tersangka, dan apakah berkasnya sudah pernah dilimpahkan ke Kejaksaan atau belum oleh penyidik.

"Seharusnya bersikap profesional menjelaskan perkembangan kasus itu agar tidak ada kecurigaan yang berlebihan terhadap kepolisian yang menangani kasus tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, ditemui usai menggelar jumpa pers di RS Polri Kramat Jati Argo kembali tak menjawab gamblang sejauh mana perkembangan kasus yang menjerat Teguh.

Seperti saat dikonfirmasi beberapa kali sebelumnya, Argo mengaku tak dapat memberikan keterangan karena harus menanyakan lebih dulu ke penyidik yang menangani.

"Nanti saya cek dulu, soalnya saya belum," singkat Argo, Selasa (30/4/2019).

Jawaban tersebut serupa saat Argo dikonfirmasi terkait kasus Teguh pada Januari lalu dan hanya mengatakan "Nanti saya cek dulu," ucap Argo kala itu.

Pun dengan saat dikonfirmasi pada pertengahan April lalu saat dia mengaku tak tahu apakah berkas perkara sudah dikirim ke Kejaksaan. "Saya cross check dulu apa (berkasnya) sudah dikirim atau belum ya," kata dia.

Teguh jadi tersangka setelah dilaporkan Felix Tirtawidjaja atas dugaan melakukan tindak pidana pengrusakan atau memasuki pekarangan tanpa izin sebagaimana diatur pasal 170 KUHP atau 406 KUHP atau pasal 16

Penulis: Bima Putra
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved