Edy PLN Duga Pelaku Masukkan Burung ke dalam Kaos Kaki Agar Tak Berkicau

Kolektor burung berusia 56 itu menambahkan, kasus pencurian burung memang sedang marak terjadi.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Edy Saputro atau Edy PLN saat ditemui TribunJakarta.com di Pondok 279 Bird Farm miliknya di Jalan Lapangan, Kampung Babakan, Mustikasari, Mustikajaya, Kota Bekasi, Selasa (30/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pelaku pencuri burung murai batu di tempat penangkaran burung milik Edy Saputro alias Edy PLN di Jalan Lapangan, Kampung Babakan, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, diduga gunakan kaos kaki untuk memasukkan burung agar tidak berkicau.

Hal ini diungkapkan Edy saat dijumpai TribunJakarta.com di kediamannya, di Kampung 200, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (1/5/2019).

Edy menjelaskan, kasus pencurian burung bukan hanya kali ini menimpanya, sebelumnya, kasus serupa sempat dia alami namun jumlah burung yang dicuri tidak sebanyak kejadian yang baru saja menimpanya.

"Dulu pernah saya kehilangan (burung) pelakunya masukkan burung ke dalam kaos kaki supaya enggak berisi, nah kemungkinan yang kemarin juga kaya gitu, soalnya enggak mungkin bawa kandang, dia masukin kaos kaki juga," jelas Edy.

Rumahnya Kebobolan, Edy PLN: Kehilangan Uang Mungkin Tak Seberapa, Tapi Kalau Burung Itu Koleksi

Kolektor burung berusia 56 itu menambahkan, kasus pencurian burung memang sedang marak terjadi, terlebih harga burung saat ini sudah menyentuh harga yang cukup fantastis.

"Harga burung tinggi, gini ya kalau misal maling motor, dia curi motor harga jual paling Rp 2-3 juta, murah karena enggak ada surat-surat, kalau burung kan beda, dia enggak perlu surat-surat harganya udah tinggi," jelas dia.

Edy bercerita, sudah banyak rekan sesama kolektor burung juga penah menjadi korban pencurian. Namun dari kebanyakan kasus yang terjadi, beberapa diantaranya berhasil terungkap.

"Mudah-mudah cepet terungkap, hampir semua saya kenal pemain burung hampir seluruh Indonesia," ucapnya.

Pria yang sudah menggeluti hobi burung sejak 1993 ini mengaku, koleksi burung murai batu yang dicuri merupakan burung spesial. Pasalnya, burung tersebut dia dapat dari berbagai daerah di Indonesia dan sudah menjurai kontes tingkat nasional.

"Bukan apa-apa, saya ini hobi, pemain burung, udah banyak yang nawarin mau beli burung saya, tapi enggak saya kasi, pernah ada yang nawar ke saya, saya jawab berapapun enggak saya jual," jelas dia.

Edy merupakan kolektor burung yang juga pengurus Pelestari Burung Indonesia (PBI), dikalangan pencinta burung kicau, nama Edy PLN cukup dikenal lantaran memiliki sejumlah koleksi burung yang kerap menjurai ajang tingkat nasional.

Julukan Edy PLN sendiri melekat karena latar belakang dia yang seorang pengusaha kontraktor mekanik elektrik untuk PLN.

Terjunkan Anjing Pelacak Saat Olah TKP, Polisi Buru Maling Burung Rp 1,4 Miliar milik Edy PLN

Sebelumnya, kasus pencurian burung terjadi di tempat penangkaran burung Pondok 279 Bird Farm milik Edy di Jalan Lapangan Kampung Babakan, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Selasa (30/4/2019) dini hari.

Pelaku diperkirakan berjumlah lebih dari satu orang, masuk ke dalam tempat penangakaran dengan cara memanjat dinding setinggi tujuh meter langsung mengarah ke kandang yang berada di lantai dua.

Aksi pelaku terbilang cukup terencana. Pasalnya, mereka menggunakan tangga bambu dan tali tambang untuk melompot ke dalam tempat penangkaran. Bahkan, barang bukti tangga sempat ditinggalkan pelaku usai menggasak koleksi burung milik Edy.

Akibat kejadian itu, Edy mengalami kerugian sekitar Rp 1,4 miliar, burung murai batu yang dicuri merupakan koleksi burung yang sudah menjurai sejumlah kompetisi tingkat nasional, harga satu pasangnya berkisar antara Rp 110 juta hingga Rp 250 juta.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved