Jabodetabek Banjir

Hingga Siang Ini, Warga Cipinang Melayu Masih Kebanjiran Akibat Luapan Kali Sunter

Warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu belum dapat sepenuhnya bernafas lega. Mereka menjadikorban banjir akibat luaan Kali Sunter.

Hingga Siang Ini, Warga Cipinang Melayu Masih Kebanjiran Akibat Luapan Kali Sunter
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Banjir yang merendam permukiman warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Rabu (1/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu belum dapat sepenuhnya bernafas lega.

Sebab, hingga siang ini masih harus menghadapi banjir luapan Kali Sunter dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter.

Ketua RT 04 Nugroho Hasibuan mengatakan sejak Selasa (30/4/2019) malam Kali Sunter meluap karena tak mampu menampung kiriman air dari Kali Cikeas dan Kali Cisadane.

"Ini sudah surut, semalam ketinggian air sampai satu setengah meter. Termasuk parah banjirnya karena sampai jam tiga pagi itu air masih naik, warga pada begadang antisipasi harus ngungsi," kata Nugroho di Makasar, Jakarta Timur, Rabu (1/5/2019).

Berbeda dengan sejumlah permukiman warga Jakarta yang terdampak banjir sejak Jumat (26/4/2019), warga Kelurahan Cipinang Melayu baru terdampak banjir pada Senin (28/4/2019) dini hari.

Nugroho menyebut tingginya air luapan Kali Sunter memaksa empat warga RT 04 mengungsi ke Masjid sekitar dan kantor Kelurahan Cipinang Melayu.

"Ada yang mengungsi, itu karena mereka di rumahnya enggak ada lantai dua. Ngungsinya semalam, sekitar jam satu pagi. Arusnya juga deras, semalam evakuasi dibantu sama anggota Polda Metro Jaya," ujarnya.

Meski bukan pengalaman terdampak banjir, Nugroho menuturkan banjir tetap merepotkan warga karena pontang-panting membersihkan timbunan lumpur.

Kata Ahok BTP Soal Banjir yang Melanda Jakarta: Gubernur Sekarang Lebih Pintar dari Saya

Air Kali Meluap, Perumahan Taman Duta Depok Terendam Banjir 30 Centimeter

Beruntung personel PPSU Kelurahan Cipinang Melayu dikerahkan membantu warga membersihkan timbunan lumpur bercampur sampah yang menjamah permukiman mereka.

"Kemarin siang sudah bersih-bersih tapi malamnya naik lagi, ya mau bagaimana lagi. Habis kalau lumpur enggak cepat dibersihin nanti malah jadi kerak, makin susah dibersihin," tuturnya.

Pantauan TribunJakarta.com, meski cuaca terbilang cerah hingga pukul 11.40 WIB ketinggian air di RW 04 berkisar antara 10 sentimeter hingga 50 sentimeter.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved