Pemilu 2019

Kelelahan, Anggota PPK Matraman Nyaris Pingsan Saat Rekapitulasi Suara Berlangsung

Ketua KPU Jakarta Timur Wage Wardana mengatakan penyakit asam lambung dan kelelahan saat bertugas membuat Arlen nyaris pingsan.

Kelelahan, Anggota PPK Matraman Nyaris Pingsan Saat Rekapitulasi Suara Berlangsung
ISTIMEWA
Arlen Intani, anggota PPK Matraman saat ditandu di Jakarta Timur, Rabu (1/5/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Arlen Intani, anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Matraman terpaksa menjalani rawat inap di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM Jakarta Pusat setelah ambruk pada Rabu (1/5/2019) siang.

Ketua KPU Jakarta Timur Wage Wardana mengatakan penyakit asam lambung dan kelelahan saat bertugas membuat Arlen nyaris pingsan saat rekapitulasi suara tingkat kecamatan digelar di Gelanggang Remaja Matraman.

Anggota KPPS di Jakarta Timur yang Meninggal Dunia Bertambah Satu Lagi

"Yang saya tahu pas lagi di kelas penghitungan suara tiba-tiba asam lambungnya naik, dia juga sangat kelelahan. Setelah nyaris pingsan langsung dibawa ke RSCM," kata Wage saat dihubungi di Matraman, Jakarta Timur, Rabu (1/5/2019).

Menjadi seorang penyelenggara dalam pesta demokrasi sebenarnya bukan hal baru bagi Arlen karena dia termasuk jajaran KPU Jakarta Timur saat Pilgub DKI 2017 lalu berlangsung.

Namun perbedaan beban sebagai penyelenggara Pemilu 2019 yang menggabungkan Pilpres dengan Pileg jadi satu menggerogoti fisik Arlen sehingga membuatnya jatuh sakit.

"Beban kelelahan di Pemilu 2019 ini berbeda, beliau sakit juga karena kelelahan. Jakarta Timur kan juga kota besar, otomatis beban kerjanya lebih berat. Apalagi penduduknya juga padat," ujarnya.

Hingga kini, Wage menuturkan ada lima anggota PPK jajaran KPU Jakarta Timur yang jatuh sakit dan harus dirawat karena kelelahan mengikuti jalannya rekapitulasi suara tingkat kecamatan.

Dia menyebut waktu rekapitulasi suara di masing-masing Kecamatan berbeda tergantung kesepakatan seluruh pihak yang terlibat, ada yang berlangsung hingga pukul 22.30 WIB dan hingga 23.30 WIB.

Proses rekapitulasi yang menguras fisik dan pikiran itu diharap mampu memuaskan masyarakat yang menanti sosok pemimpin Indonesia selama lima tahun ke depan.

"Sekarang ada yang sembuh dan dapat beraktivitas kembali, kalau bu Arlen masih dirawat. Kita sedang mengupayakan agar seluruh biaya pengobatan mereka dapat ditanggung," katanya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved