Pelajar Kabupaten Tangerang Korban Bus Kecelakaan di Puncak Dirujuk ke RSU Tangerang

Holil menjelaskan, tidak ada korban jiwa dari kecelakaan itu, namun semuanya mengalami luka-luka.

Pelajar Kabupaten Tangerang Korban Bus Kecelakaan di Puncak Dirujuk ke RSU Tangerang
ISTIMEWA
Tangkapan gambar video sebuah bus yang mengangkut rombongan siswa SDN 01 Karang Harja, Cisoka, Kabupaten Tangerang, terguling di bilangan Ciawi, Bogor, pada Rabu (1/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNKAKARTA.COM, TANGERANG - Sebuah bus yang mengangkut rombongan siswa SDN 01 Karang Harja, Cisoka, Kabupaten Tangerang, terguling di bilangan Ciawi, Bogor, pada Rabu (1/5/2019).

"Iya betul SDN Karang Harja 1. Ya kurang tahu (penyebabnya) saya mah kan bukan di bus situ, saya di bus satunya lagi," ujar Holil, salah satu guru SD tersebut saat dihubungi TribunJakarta.com.

Dari video yang beredar, terlihat bus bergerak mundur tak terkendali, sampai akhirnya berbelok ke kanan dan rebah ke samping.

Holil mengatakan, bus yang kecelakaan tersebut adalah satu dari empat bus rombongan siswa dan guru yang hendak berangkat rekreasi ke Taman Wisata Matahari, di kawasan Puncak, Cisarua, Bogor.

Setiap satu busnya berisi 23 siswa dan dua guru pendamping.

Bus Terguling di Tanjakan Selarong Puncak: Evakuasi Dramatis, Siswa SD Liburan ke Taman Matahari

Nahas, niat berrekreasi senang-senang, berubah petaka.

Rekreasi pun dibatalkan.

Holil menjelaskan, tidak ada korban jiwa dari kecelakaan itu, namun semuanya mengalami luka-luka.

Siswa dan guru yang menderita luka-luka langsung mendapatkan perawatan medis di RS Ciawi.

Dari total 25 siswa dan guru yang mengalami kecelakaan, delapan siswa mengalami luka yang cukup parah.

"Yang luka ringan sudah dibawa pulang. Yang patah tulang masih di sini," ujarnya.

Selain patah tulang, Holil juga menyebut siswanya ada yang mengalami sakit di bagian kepala, dan ada yang mengalami benturan hingga seluruh giginya tanggal.

Siswa yang luka parah sedang dalam proses untuk dirujuk ke RSU Tangerang agar lebih dekat dengan rumah.

"Harusnya dirawat cuma kita kan takut kejauhan kalau di sini, kita minta rujukan ke RSU Tangerang," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved