Hari Buruh Internasional

Peserta May Day Bubarkan Barisan, Jalan Medan Merdeka Barat Kembali Dibuka

"Sekarang kita mau buka. Iya dong langsung. Kan sebagian udah kita buka semua," kata Harry.

Peserta May Day Bubarkan Barisan, Jalan Medan Merdeka Barat Kembali Dibuka
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Massa GEBER BUMN menyimak orasi dari seorang perwakilan pekerja yang berbicara dari atas mobil komando. Rabu (28/2/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Peringatan May Day tahun ini usai digelar di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Sejumlah pekerja dari berbagai daerah mulai bubar barisan usai memperjuangkan nasib kaum buruh dalam peringatan May Day tahun ini sejak pagi hari.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, Jalan Medan Merdeka Barat akan kembali dibuka usai peringatan tersebut selesai.

"Sekarang kita mau buka. Iya dong langsung. Kan sebagian udah kita buka semua," kata Harry di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2019).

Sebelumnya, aparat kepolisian menutup akses jalan menuju ke Istana Presiden di Jalan Medan Merdeka Barat.

Peringati May Day, Buruh Berkumpul di Kawasan Patung Kuda Jakarta Pusat

Kawat berduri hingga separator jalan pun di pasangkan agar tak dilintasi oleh peserta May Day. Melihat hal ini tak sedikit peserta merasa kecewa.

Pasalnya, mereka berharap bisa berorasi di Istana Negara hingga didengar langsung oleh Presiden Jokowi. Namun pada kenyataannya, tidak.

"Tahun ini, kita tidak boleh menyuarakan keluh kesah kita di depan Istana. Hari ini pagar pembatas kawat berduri sudah terpasang. Tapi ini tak gentarkan kita untuk memperjuangkan seluruh unek-unek yang kita miliki," kata salah satu orator aksi di lokasi, Rabu (1/4/2019).

"Bapak-bapak Ibu-Ibu ini dipasangkan kawat berduri. Ini adalah perjuangan kita, kita dari garmen, dari tekstil. Kalau gak di copot (kawat) besok-besok baju pejabat gak usah di jahitkan," ujar peserta aksi yang lainnya.

Adapun sejumlah isu yang dibahas oleh para buruh dalam peringatan May Day tahun ini.

Mulai dari penolakan upah murah dengan meminta dicabutnya PP No. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan dan dinaikkannya Kebutuhan Hidup Layak (KHL) menjadi 84 item, Penghapusan Outsourcing dan Pemagangan yang Berkedok Outsourcing.

Ditingkatkannya Manfaat Jaminan Kesehatan dan Jaminan Pensiun, Diturunkannya Tarif Dasar Listrik dan harga Sembako, serta Ditiingkatkannya Kesejahteraan dan Pendapatan para buruh.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved