Peziarah Terganggu Kehadiran Pemulung Cilik di TPU Pondok Ranggon
Jelang bulan Suci Ramadhan merupakan momen untuk nyekar atau ziarah ke makam sanak keluarga.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Peziarah di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur merasa terganggu dengan kehadiran pemulung cilik yang menunggu untuk diberikan uang.
Jelang bulan Suci Ramadan merupakan momen untuk nyekar atau ziarah ke makam sanak keluarga.
Di momen ini juga para pedagang bunga mulai ramai di serbu para peziarah.
Rupanya, di TPU Pondok Rangon, momen ini juga digunakan oleh sebagaian pemulung cilik untuk meminta uang kepada para peziarah.
"Saya memang datang ke sini untuk nyekar di makamnya saudara Ibu. Tapi pas sampai sini dari tadi anak kecil yang memungut botol bekas air ziarah itu sudah menunggu. Sedikit tidak nyaman sih sebenernya cuma mau bagaimana lagi, melihat mereka juga kasian. Pas saya kasih uang mereka baru pergi," jelas Bayu salah seorang peziarah, Rabu (1/5/2019).
• Pedagang Bunga Musiman di TPU Pondok Ranggon Diminta Biaya Retribusi
Tina (46) salah seorang pedagang bunga musiman mengungkapkan para pemulung cilik tersebut tiap harinya selalu ada di lokasi dan menunggu peziarah memberikan uang baru mereka pergi.
"Momen seperti ini dimanfaatkan mereka (pemulung cilik) untuk meminta uang dari peziarah. Jadi modusnya mereka sebagai pemulung cilik menunggu botol air bekas peziarah. Jadi mereka itu ada orang tuanya yang mengawasi. Warga sini sudah hapal dan sudah tahu siapa saja orang tuanya," ungkapnya pada TribunJakarta.com.
Salah satu petugas PJLP Dinas Kehutanan, Nadi juga membenarkan ucapan Tina.
Ia menceritakan musim seperti ini dimanfaatkan beberapa pendatang untuk menyuruh anaknya seperti itu.
"Ya saya benarkan memang ada beberapa pemulung yang seperti itu. Tapi tidak semuanya modus seperti itu. Biasanya mereka itu pendatang dan kalau warga asli sini tidak ada karena malu meminta seperti itu apalagi suruh anak lakukan hal seperti itu. Pokoknya sejak TPU ini mulai ramai, mulai banyak anak-anak seperti itu. Orang tuanya pun ada untuk mengawasi. Itu yang saya prihatinkan," tuturnya.
Pantauan TribunJakarta.com, ketika para peziarah sedang berdoa pemulung cilik tersebut duduk di dekat mereka.
Para pemulung cilik tersebut akan menunggu sampai diberikan uang oleh peziarah kemudian pergi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/suasana-tpu-pondok-ranggon.jpg)