Jabodetabek Banjir

Soal Banjir Luapan Kali Sunter, Lurah Cipinang Melayu: Harus Dinormalisasi

Agus mengatakan penyebab masalah banjir belum beres karena terhentinya normalisasi yang dilakukan pemerintah pusat.

Soal Banjir Luapan Kali Sunter, Lurah Cipinang Melayu: Harus Dinormalisasi
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kondisi Kali Sunter saat meluap di Makasar, Jakarta Timur, Rabu (1/5/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman mengakui masalah banjir akibat luapan Kali Sunter masih menghantui ribuan warganya yang bermukim di wilayah RW 03 dan RW 04.

Agus mengatakan penyebab masalah banjir belum beres karena terhentinya normalisasi yang dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Itu kan harus dinormalisasi. turap di bagian kiri dan kanannya harus dipasang sheet pile. Nah itu bidang tanah di kiri, kanannya belum dibebaskan. Normalisasi terhenti karena lahannya belum dibebaskan," kata Agus di Makasar, Jakarta Timur, Rabu (1/5/2019).

Agus menuturkan ada sekitar 90 bidang tanah di sepanjang bantaran Kali Sunter wilayah Kelurahan Cipinang Melayu yang hingga kini belum dibebaskan Pemprov DKI Jakarta.

Baru Simpan Sapu Usai Bereskan Rumah, Warga Cipinang Melayu Pasrah Rumahnya Tergenang Lagi

Sejak tahun 2014, proses normalisasi Kali Sunter terhenti sehingga tak mampu menampung kiriman debit air dari Kali Cikeas dan Kali Cisadane yang datang.

"Itu berhentinya proyek normalisasinya tahun 2014, terus belum dilanjut lagi. Untuk lahan di RW 04 dari tahun 2014 itu sudah siap peta bidangnya, kalau RW 03 peta bidangnya sampai sekarang belum siap," ujarnya.

Guna mengurangi volume air yang meluap, Pemkot Jakarta Timur melalui Sudin Sumber Daya Air (SDA) sudah memasang sejumlah beronjong di bantaran Kali Sunter.

Nahas upaya tersebut tak berhasil karena pada Rabu (1/5/2019) dini hari tadi banjir dengan ketinggian sekitar 1,5 meter menjamah warga dan hingga siang tadi belum sepenuhnya surut.

Meski kini banjir sudah surut, Agus mengatakan ada empat warganya yang terpaksa mengungsi karena hingga pukul 02.00 WIB Kali Sunter masih terus meluap.

"Normalisasi dilakukan Kementerian PUPR, kalau Pemprov DKI hanya membebaskan lahan. Kali Sunter itu masuk kewenangan Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC)," katanya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved