Pemilu 2019

Diduga Kelelahan, Anggota KPPS di Jakarta Timur yang Meninggal Kembali Bertambah

Meski tak mengetahui pasti kondisi fisik Mardzuki saat menjalani perawatan, Ketua KPU Jakarta Timur Wage Wardana mengatakan almarhum meninggal karena.

Diduga Kelelahan, Anggota KPPS di Jakarta Timur yang Meninggal Kembali Bertambah
Istimewa/meaningfullife.com
Ilustrasi duka cita 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Meski penghitungan suara tingkat masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah lama beres, dampak kelelahan yang dirasakan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) berbuntut panjang.

Mardzuki, anggota KPPS TPS 083 Kelurahan Pulo Gebang, Cakung dinyatakan meninggal pada Rabu (2/5/2019) sekira pukul 11.45 WIB setelah sempat dirawat inap karena selama beberapa waktu.

Meski tak mengetahui pasti kondisi fisik Mardzuki saat menjalani perawatan, Ketua KPU Kota Jakarta Timur Wage Wardana mengatakan almarhum meninggal karena kelelahan bertugas sebagai penyelenggara Pemilu 2019.

"Penyebabnya sama seperti yang lain, karena kelelahan. Sempat dirawat di rumah sakit, setahu saya dirawat selepas penghitungan suara di TPS tempatnya," kata Wage saat dihubungi di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (2/5/2019).

Hingga kini dia menyebut ada tujuh anggota KPPS yang meninggal karena kelelahan bertugas, satu di antaranya meninggal sebelum pemungutan suara berlangsung.

Lagi, Seorang Petugas PPS Meninggal Dunia di Depok Diduga Akibat Kelelahan

Beratnya tugas jadi penyelenggara Pemilu 2019 bahkan membuat masih ada anggota KPPS jajaran KPU Jakarta Timur yang sekarang masih menjalani perawatan.

"Untuk yang di Kelurahan Cilangkap meninggal saat Bimtek (bimbingan teknis). Masih ada anggota KPPS yang masih dirawat karena kelelahan bertugas kemarin," ujarnya.

Selain KPPS, anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) jajaran KPU Jakarta Timur juga sudah mulai sakit karena kelelahan.

Yang teranyar yakni Arlen Intani, anggota PPK Matraman yang nyaris pingsan kemarin siang saat rekapitulasi suara Kecamatan Matraman berlangsung hingga harus dibawa ke RSCM Jakarta Pusat.

Di Kecamatan Duren Sawit, seorang PPS Kelurahan Pondok Bambu jatuh sakit dan ada yang mengalami kecelakaan karena tak kuat mengikuti proses rekapitulasi yang berlangsung dari pagi hingga tengah malam.

"Ada juga beberapa yang sakit dan kecelakaan, dari PPS Pondok Bambu sampai patah tangannya dan harus kami back up. Dari PPS Malaka Sari juga sakit, Duren Sawit juga ada," tutur Ketua PPK Duren Sawit Choirulloh. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved