Garong Burung Rp 1 M Milik Edy PLN, Ini Sederet Dugaan Lolosnya Komplotan Maling

Aksi pencurian burung terjadi di sebuah tempat penangkaran milik Edy PLN. Ini sederet dugaan Edy PLN berhasilnya maling menggarong burung-burungnya.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Edy PLN saat dijumpai di kediamannya di Kampung 200, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MUSTIKAJAYA - Aksi pencurian burung terjadi di sebuah tempat penangkaran di Jalan Lapangan Kampung Babakan RT01/03, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Selasa (30/4/2019).

Akibat kejadian itu, Edy Saputro (56), pemilik penangkaran mengalami kerugian mencapai Rp 1 miliar lebih setelah 23 ekor burung jenis murai batu miliknya raib diambil komplotan pencuri.

Pria yang akrab disapa Edy PLN ini saat dijumpai di tempat penangkaran mengatakan, peristiwa pencurian ini diperkirakan terjadi saat dini hari. Pelaku masuk ke dalam tempat penangkarannya dengan menggunakan tangga dan tali tambang.

"Pelakunya itu masuk lewat samping, dia pakai tangga sama pakai tambang, posisi kandang burung ada di lantai atas," kata Edy kepada TribunJakarta.com.

Edy PLN Duga Pelaku Masukkan Burung ke dalam Kaos Kaki Agar Tak Berkicau

Rumahnya Kebobolan, Edy PLN: Kehilangan Uang Mungkin Tak Seberapa, Tapi Kalau Burung Itu Koleksi

Terjunkan Anjing Pelacak Saat Olah TKP, Polisi Buru Maling Burung Rp 1,4 Miliar milik Edy PLN

23 Ekor Murai Batu Senilai Rp 1,4 Miliar Digondol Maling, Edy PLN Ungkap Fakta Ini

Dia melanjutkan, tangga yang digunakan pelaku usai mengambil burung murai koleksinya ditinggalkan begitu saja. Selain itu, pelaku juga meninggalkan bercak noda bekas pijakan saat memanjat dinding.

"Kalau lihat tangganya ini dia bikin saat itu juga, soalnya tangganya ini cuma diikat aja, lagian juga enggak mungkin dia mau mencuri bawa-bawa tangga, deket sini kebetulan ada pohon bambu dia tinggal ambil aja," jelas dia.

Sedangkan untuk tinggi dinding tempat penangkaran burung miliknya memiliki ketinggian sekitar tujuh meter. Saat kejadian, di tempat penangkaran itu terdapat empat orang karyawannya yang sedang tertidur lelap.

Untuk kerugian, Edy menaksir nilainya mencapai kurang lebih Rp 1,4 miliar. Jenis burung yang dicuri semuanya adalah burung murai batu, burung-burung itu merupakan burung perlombaan yang sudah menjurai kompetisi tingkat nasional.

Sebagai kolektor burung, Edy mendapatkan burung koleksinya dari berbagai daerah seperti Jambi, Lampung hingga Aceh.

"Masing-masing ada yang saya beli Rp 110 juta, ada yang Rp 125 juta, lalu ada yang Rp 250 juta, kalau total kerugian itu sekitar Rp 1,3 sampai Rp 1,4 miliar," papar Edy.

Edy mengaku sudah melaporkan kejadian pencurian ini ke Polres Metro Bekasi Kota, adapun pihak kepolisian juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menerjunkan anjing pelacak untuk melakukan penyelidikan.

"Sudah lapor, polisi juga udah olah TKP, ambil sidik jari di kamera CCTV yang sengaja digeser pelaku, terus di barang bukti tangga, sama tadi ada anjing pelacak juga," katanya.

Adapun dipenangkaran burung miliknya terdapat kamera CCTV, namun kamera itu menurut dia diperkirakan sedang tidak berfungsi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved