Harga Bawang Putih di Bekasi Mengalami Kenaikan Capai Rp 60 Ribu Per Kilogram

Di Pasar Baru Bekasi, harga bawang putih mengalami kenaikan hingga menyentuh Rp 60 ribu per kilogram.

Harga Bawang Putih di Bekasi Mengalami Kenaikan Capai Rp 60 Ribu Per Kilogram
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Pedagang di Pasar Baru Bekasi Jalan Ir Juanda, Bekasi Timur Kota Bekasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Jelang memasuki bulan suci ramadan, harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan seperti bawang putih.

Di Pasar Baru Bekasi, harga bawang putih mengalami kenaikan hingga menyentuh Rp 60 ribu per kilogram.

Ivan pedagang Pasar Baru Bekasi menuturkan, harga bawang putih sudah mengalami kenaikan sejak beberapa pekan lalu. Empat hari jelang memasuki puasa, harganya kian meroket dari harga normal yang berkisar Rp 20 - 25 ribu per kilogram.

"Bawang putih naik dua kali lipat lebih, kemarin terakhir Rp 50 ribu sekarang udah Rp 60 ribu per kilogram," kata Ivan di Pasar Baru Bekasi, Kamis (2/5/2019).

Ivan menjelaskan, kenaikan disebabkan lantaran harga dari petani bawang putih yang sudah tinggi, otomatis harga dari Pasar Induk tempat dia mengambil pasokan barang ikut mengalami kenaikan.

"Dari sana (Pasar Induk) udah tinggi Rp 54-56 ribu per kilogram, biasanya enggak segitu karena dari petaninya juga mahal," jelas dia.

Sementara itu, untuk harga kebutuhan pokok lain seperti cabai rawit merah, bawang merah, dan kentang cenderung stabil.

Ivan menyebutkan, harga cabai rawit saat ini dijual Rp 30 ribu per kilogram, bawang merah Rp 30 ribu per kilogram, serta harga kentang Rp 12 ribu per kilogram.

"Yang naik juga justru kentang, sekarang harganya Rp 12 ribu per kilogram kalai normal paling goceng (Rp 5 ribu) per kilogram," paparnya.

Ada Aksi Demo, Jalan Kebong Kacang 1 Jakarta Pusat Macet

BNN Amankan 60 Bungkus Teh Cina Berisi Sabu

Ivan memprediksi memasuki bulan puasa, tidak menutup kemungkinan harga kebutuhan pokok lainnya mengalami kenaikan.

"Enggak nentu biasanya emang naik awal puasa sama akhir puasa pas mau lebaran," ungkap Ivan.

Imbas dari kenaikan harga ini kata dia, mempengaruhi daya beli konsumen lantaran pelanggannya yang kebanyakan adalah pedagang makanan atau pedagang sayur eceran justru mengurangi jumlah belanjaan akibat harga bawang putih dan tomat yang mengalami kenaikan cukup tinggi.

"Kalau pelanggan yang buat jualan si paling kurangin belanjaan, kalau pembeli biasa mungkin mikir-mikir dulu mau beli," ucapnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved