Hari Pendidikan Nasional - Kisah Pilu Perjuangan Sejumlah Bocah Agar Dapat Bersekolah

Pencetusan Hari Pendidikan Nasional tersebut pada 2 Mei bertepatan dengan tanggal lahir bapak pendidikan Indonesia yaitu Ki Hadjar Dewantara

Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Ilusi Insiroh
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Muhammad Saputra di sekolahnya di SD Jurang Mangu Timur 01, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (13/2/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Setiap 2 Mei bangsa Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional.

Pada tahun ini Hari Pendidikan Nasional jatuh pada Kamis (2/5/2019).

Pencetusan Hari Pendidikan Nasional tersebut pada 2 Mei bertepatan dengan tanggal lahir bapak pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara.

Bertetapatan dengan Hari Pendidikan Nasional, TribunJakarta.com merangkum sejumlah perjuangan para siswa untuk dapat bersekolah.

Kisah Karim Muallah
Karim Muallah, bocah 10 tahun menjadi viral di media sosial belakangan ini.

Di foto yang beredar, Karim sedang di bangku KRL Commuterline masih berseragam sekolah dan beralaskan sendal jepit.

Setiap hari bocah kelas tiga sekolah dasar ini pergi dari rumahnya di Kemayoran, Jakarta Pusat, menuju sekolah nonformal di Masjid Terminal (Master) Kota Depok, Jawa Barat.

Sekolah Master yang dikelola Yayasan Bina Insan Mandiri ini berdekatan dengan Terminal Depok, juga Stasiun Depok Baru.

Karim Muallah (10), bocah SD yang kisahnya sempat viral di media sosial beberapa hari belakangan ini, kini sudah pindah ke Depok, Jawa Barat.
Karim Muallah (10), bocah SD yang kisahnya sempat viral di media sosial beberapa hari belakangan ini, kini sudah pindah ke Depok, Jawa Barat. (Kolase Tribunnews.com)

Tak punya ibu
Bocah yang akrab disapa Karim ini sudah tidak memiliki ibu dan sejak kecil tinggal bersama kakek dan neneknya di Kemayoran, Jakarta Pusat.

TribunJakarta.com pun mencoba mengunjungi kediamannya di Jalan Angkasa Gang Motor Pool, RT 13/06, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Rumah kontrakan yang ditinggal Karim, nenenk dan kakeknya tak begitu jauh dari Stasiun Kemayoran, sekitar 1,1 kilometer bila menggunakan aplikasi Google Maps.

Dengan berjalan kaki bisa ditempuh dalam waktu 13 menit atau cukup tiga menit menggunakan sepeda motor.

Letak gang tempatnya tinggal tepat berada di samping sebuah tempat cuci mobil bernama Angkasa Carwash.

Mulut gang selebar 2,3 meter itu hanya bisa dilalui oleh sepeda motor.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved