Breaking News:

Ramadan 2019

Jelang Ramadan, BPTJ Serta Dishub Kota Depok Cek Kesiapan Bus dan Sopir di Terminal Jatijajar

Selain memeriksa kondisi bus, Bambang juga menuturkan pihaknya mengecek kondisi para sopir bus sebelum berangkat menempuh perjalanan jauh.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kepala BPTJ Bambang Prihartono (kiri) dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana (kanan) ketika memberikan keterangan pada awak media di Terminal Jatijajar, Tapos, Kota Depok, Kamis (2/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, TAPOS - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengecek kesiapan armada bus dan sopirnya di Terminal Jatijajar, menjelang memasuki bulan ramadan 2019.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono menuturkan, komponen bus yang diperiksa terdiri dari bagian fisiknya seperti kelayakan ban, lampu-lampu, hingga wiper dan yang lainnya.

"Tadi kami periksa bus, paling banyak itu kekurangan fisiknya seperti wipernya tidak ada, bannya sudah tidak layak, lampu terutama lampu belakang kan mungkin karena tidak terlihat mereka jadi abai," ujar Bambang di Terminal Jatijajar, Tapos, Kota Depok, Kamis (2/5/2019).

Bambang menuturkan, dari enam bus yang sudah melalui pemeriksaan ada tiga bus diantaranya yang belum memenuhi unsur-unsur kelengkapan hingga pihaknya tidak menempelkan stiker layak jalan pada ketiga bus tersebut.

Buru Pelaku Perusakan Pagar Halte Busway Tosari, Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus

Meski tidak mendapat stiker layak jalan, tiga bus tersebut tetap bisa beroperasi setelah diimbau agar segera diperbaiki, guna memberikan kenyamanan dan keamanan pada masyarakat yang hendak menggunakan moda transportasi angkutan darat tersebut.

"Yang sudah lengkap kami tempelkan stiker. Jadi masyarakat diimbau untuk menaiki bus yang sudah ada stikernya, karena itu sudah terjamin keselamatannya. Sementara yang belum lengkap, kami berikan listnya supaya dilengkapi dan tidak kami tempelkan stiker," kata Bambang.

Selain memeriksa kondisi bus, Bambang juga menuturkan pihaknya mengecek kondisi para sopir bus sebelum berangkat menempuh perjalanan jauh membawa penumpangnya.

"Sopir juga kami periksa, mereka minimal harus istirahat selama empat jam sebelum menempuh perjalanan jauh. Bahkan seminggu sebelum lebaran akan ada tes urine dan narkoba terhadap para sopir ini," ujar Bambang.

Terakhir, Bambang mengatakan bahwa kegiatan tersebut memang rutin dilakukan, namun menjelang mudik lebaran 2019 kegiatan tersebut akan semakin intens dilakukan oleh pihaknya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved