Jelang Ramadan, Harga Ayam dan Telur Mulai Mengalami Kenaikan di Bekasi

Boim, pedagang daging ayam negeri mengatakan, kenaikan mulai terjadi usai pemilu serentak 17 April 2019 lalu dan hingga kini harganya terus melambung

Jelang Ramadan, Harga Ayam dan Telur Mulai Mengalami Kenaikan di Bekasi
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
daging ayam 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Jelang memasuki bulan suci ramadan, harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan diantaranya harga daging ayam negeri dan telur ayam negeri, Kamis (2/5/2019).

Seperti yang terjadi di Pasar Baru Bekasi, Jalan Ir Juanda, Bekasi Timur. Harga daging ayam negeri empat hari jelang memasuki bulan puasa tembus Rp 27.000 per kilogram.

Boim, pedagang daging ayam negeri mengatakan, kenaikan mulai terjadi usai pemilu serentak 17 April 2019 lalu dan hingga kini harganya terus melambung.

"Dari abis pemilu sampai sekarang naik seribu-seribu, sekarang udah sampai Rp 4.000 naiknya, kalau harga normalkan Rp 20.000 - 23.000 per kilogram," kata Boim.

Dia menjelaskan, kenaikan kemungkinan akan terus terjadi hingga memasuki bulan puasa. Adapun harga tertinggi diperkiran mencapai Rp 29.000 per kilogram.

"Terus naik harganya ini, soalnya udah masuk bulan puasa sampe nanti mau lebaran, normal lagi paling abis lebaran," jelas dia.

Selain itu, harga telur ayam negeri empat hari jelang bulan puasa ini juga mengalami kenaikan, Drajat seorang pedagang mengatakan, kenaikan telur ayam negeri baru terjadi hari ini setelah sebelumnya, harga telur berkisar Rp 24.000 per kilogram kini naik menjadi Rp 25.000 per kilogram.

"Baru naik hari ini, naiknya Rp 1.000, kemarin masih normal Rp 24.000 per kilogram," kata Drajat.

Perairan Riau Kerap Jadi Jalur Penyeludupan Narkoba

Pemprov DKI Imbau Warga Bikin Drainase Vertikal untuk Cegah Genangan dan Banjir

Peringati Hardiknas, Grand Indonesia Salurkan Donasi ke 1.000 Anak Asuh

Dia juga memprediksi kenaikan harga akan terus terjadi memasuki bulan suci ramadan dan baru akan normal kembali setelah lebaran.

"Kalau biasanya terus naik sampai lebaran bisa kena Rp 29.000 per kilogram, normalnya abis lebaran," jelas dia.

Kenaikan kata dia disebabkan harga telur dari pemasok mulai tinggi, adapun untuk pasokan telur menurut dia tidak mengalami pengurangan.

"Stok mah ada cuma dari sana (pemasok) harganya mahal, ini di kita kalau Rp 25.000 di pedagang eceran bisa kena Rp 26.000," jelas dia.

Sementara untuk harga daging sapi sejauh ini masih terpantau normal yakni Rp 110.000 per kilogram.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved