Pemilu 2019

Lagi, Seorang Petugas PPS Meninggal Dunia di Depok Diduga Akibat Kelelahan

Petugas KPPS Pemilu 2019 di Depok yang meninggal dunia diduga akibat kelelahan kembali terjadi.

Lagi, Seorang Petugas PPS Meninggal Dunia di Depok Diduga Akibat Kelelahan
Istimewa/Ketua KPPS 65 Ahmad Sobari
Proses pemakaman Ahmad Fauzi (43) petugas KPPS 65 Kecamatan Cipayung, Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) Pemilu 2019 meninggal diduga akibat kelelahan kembali terjadi.

Kali ini korbannya Ahmad Fauzi (43) petugas TPS 65 Kecamatan Cipayung, Kota Depok.

Ahmad Fauzi menghembuskan nafas terakhirnya dini hari tadi sekira pukul 01.00 WIB di kediamannya.

Ahmad Fauzi sempat mendapatkan perawatan selama lima hari di Rumah Sakit.

Ketua KPPS 65 Ahmad Sobari menuturkan, kondisi almarhum sempat drop pada Kamis (18/4/2019) silam usai pencoblosan.

"Dari tanggal 18 April 2019 kemarin saat penghitungan memang kondisinya sudah drop banget, lemas, wajahnya pucat," kata Sobari dikonfirmasi wartawan, Kamis (2/5/2019).

Melihat kondisi almarhum Fauzi yang pucat, Sobari pun memutuskan untuk menghentikan penghitungan dan mengistirahatkan anggotanya.

Selama bertugas menjadi anggota KPPS 65, Sobari menuturkan almarhum Fauzi tidak pernah mengeluh dan selalu semangat dalam bertugas.

Namun, meski sudah beristirahat di rumah hingga sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit, Fauzi menghembuskan nafas terakhir.

"Keluarganya saya konfirmasi selama ini almarhum sehat-sehat saja gak punya riwayat penyakit. Beliau memang sangat bertanggunb jawab dengan tugasnya, meski sudah drop beliau tetap berusaha menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai anggota KPPS," kata Sobari.

Antar Siswa Sabet Juara 1 OSN, Guru di Tangerang Meninggal Usai Upacara Hardiknas

Cerita Ketua PPS Krendang Jakbar, Satu Petugas Meninggal dan Dua Anggotanya Sempat Dirawat

Sobari menuturkan pihaknya akan mengupayakan bantuan untuk keluarga almarhum Fauzi yang ditinggalkan kepada KPU Kota Depok dan Pemerintah Kota.

"Mudah-mudahan bisa disetujui bantuan untuk korban, sudah kami ajukan. Tadi juga kami bantu administrasi seperti surat kematian dan ahli warisnya supaya prosesnya bisa dipercepat," pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved