Pemilu 2019

Sampai Saat Ini, Sebanyak 4 Anggota KPPS Kecamatan Duren Sawit yang Meninggal karena Kelelahan

Ketua Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Duren Sawit, Choirulloh mengatakan anggota KPPS di wilayahnya yang meninggal karena kelelahan.

Sampai Saat Ini, Sebanyak 4 Anggota KPPS Kecamatan Duren Sawit yang Meninggal karena Kelelahan
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ketua PPK Duren Sawit, Choirulloh (tengah) saat ditemui di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (2/5/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Jajaran penyelenggara Pemilu 2019 di Kecamatan Duren Sawit hingga kini masih berduka usai ditinggal Cahyani (58), Wakil Ketua KPPS di TPS 81 Kelurahan Klender yang dinyatakan meninggal dunia pada Senin (29/4/2019).

Ketua Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Duren Sawit, Choirulloh mengatakan anggota KPPS di wilayahnya yang meninggal karena kelelahan tak hanya Cahyani (58) seorang.

Hingga kini, Choirulloh menuturkan ada empat anggota KPPS di wilayah Kecamatan Duren Sawit yang meninggal karena kelelahan menanggung beban sebagai penyelenggara Pemilu 2019.

"Total ada 4 orang yang meninggal, 1 orang di Kelurahan Klender, 1 orang di Kelurahan Pondok Bambu dan 2 orang di Kelurahan Malaka Sari," kata Choirulloh di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (2/5/2019).

Lagi, Seorang Petugas PPS Meninggal Dunia di Depok Diduga Akibat Kelelahan

Selain meninggal, sejumlah anggota PPS juga mengalami kecelakaan saat berangkat menuju ke Gedung Senam, Jalan Raden Inten II tempat rekapitulasi suara tingkat kecamatan digelar.

Musibah yang menimpa jajarannya tak hanya membawa duka, tapi juga jadi kendala dalam proses rekapitulasi suara tingkat Kecamatan Duren Sawit berlangsung.

Anggota KPPS Klender yang Meninggal Sempat Dirawat Inap karena Penyakit Jantung

"Ada juga beberapa yang sakit dan kecelakaan, dari PPS Pondok Bambu sampai patah tangannya dan harus kami back up. Dari PPS Malaka Sari juga sakit, Duren Sawit juga ada," ujarnya.

Beruntung jajaran KPU di wilayah Kecamatan Duren Sawit solid sehingga mereka saling membantu agar proses rekapitulasi suara tak terganggu.

Untuk sekarang, Choirulloh berharap keluarga seluruh jajaran KPU yang meninggal selama proses Pemilu 2019 berlangsung lekas mendapat santunan yang dijanjikan pemerintah.

"Kami sudah koordinasi dengan KPU tingkat kota. Kami juga belum tahu kelanjutannya. Untuk yang meninggal saya harapkan mendapatkan perhatian dari KPU tingkat atas," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved