Jabodetabek Banjir

Selain Naturalisasi, Gubernur Anies Baswedan Lakukan 3 Hal Ini Tangani Banjir Jakarta

Naturalisasi sungai sendiri, merupakan konsep mengembalikan ekosistem sungai dan waduk hingga sesuai pada fungsi aslinya.

Selain Naturalisasi, Gubernur Anies Baswedan Lakukan 3 Hal Ini Tangani Banjir Jakarta
KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi RW 007 Kampung Melayu, Jakarta Timur yang terendam banjir, Selasa (6/2/2018) siang.(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah melakukan sejumlah upaya dalam menangani banjir di Ibu Kota Jakarta. Salah satu konsep yang ia jalankan, ialah mengenai naturalisasi sungai.

"Naturalisasi kita jalankan. Bahkan (tahun) 2019, nanti kita sudah liat jadi hasilnya, akhir tahun ini Insya Allah sudah selesai," kata Anies, Kamis (2/5/2019).

Naturalisasi sungai sendiri, merupakan konsep mengembalikan ekosistem sungai dan waduk hingga sesuai pada fungsi aslinya.

Hal ini dijelaskan Anies Baswedan berbeda dengan upaya normalisasi.

Menurut Anies, program naturalisasi tersebut kini sudah berjalan. Ia pun mengatakan bahwa hasilnya terlihat pada akhir tahun 2019 mendatang.

"Kami akan bangun tempat-tempat di mana ekosistem sungainya dihidupkan kembali. Nah ekosistemnya itu supaya airnya jernih, makhluk-makhluk bisa hidup di sana. Kalau makhluk-akhluk bisa hidup di sana, artinya polusinya juga rendah. Itu yang akan kita lakukan," paparnya.

Diketahui, naturalisasi bukanlah satu-satunya upaya Anies Baswedan dalam tangani banjir Ibu kota.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menjabarkan setidaknya ada tiga upaya lain yang ia lakukan.

Yakni membangun kolam retensi, membangun tanggul di pesisir Jakarta, hingga membuat sumur resapan air atau drainase vertikal.

"Terkait dengan program pengendalian banjir, saya selalu sampaikan ada beberapa. Satu adalah sumber banjir karena air dari hulu. Itu solusinya dengan membangun lebih banyak kolam retensi, waduk atau dam," kata Anies Baswedan.

Ditanya Perbedaan Normalisasi dengan Naturalisasi, Ahok Sebut Anies Lebih Pintar Dari Dirinya

Kolam retensi yang dimaksud, merupakan pembangunan bendungan yang dibuat di sejumlah titik perbatasan.

Fungsinya, untuk mengontrol air yang masuk ke sungai Jakarta dari hulu, Bogor Jawa Barat.

Anies berharap dengan dibuatnya kolam retensi tersebut nantinya air yang mengalir ke Ciliwung bisa dikendalikan. Sehingga tak terjadi luapan ketika musim hujan.

"Air dari hulu bergerak ke Jakarta secara lebih terkontrol. Kemudian sebab (banjir) yang kedua adalah meningkatnya permukaan air laut. Caranya dengan meneruskan pembangunan tanggul di pesisir Jakarta. Lalu yang ketiga adalah terkait dengan banjir akibat hujan dalam kota. Itu ada beberapa wilayah. Wilayah yang tanahnya mampu menyerap air, di situ kita bangun program drainase vertikal," kata Anies Baswedan.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved