RPTRA Wangi Cimpedak Punya Ayunan,Perosotan dan Jungkat-jungkit untuk Saran Bermain Anak

Segala biaya operasional di RPTRA ini hanya mengandalkan apabila ada pihak luar yang ingin mengadakan acara di tempat tersebut.

RPTRA Wangi Cimpedak Punya Ayunan,Perosotan dan Jungkat-jungkit untuk Saran Bermain Anak
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Sarana bermain di RPTRA Wangi Cimpedak, Jatinegara, Jakarta Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Wangi Cimpedak minim sarana bermain.

RPTRA Wangi Cimpedak di Jalan Berdikari, Cipinang Cimpedak, Jatinegara, Jakarta Timur telah diresmikan pada 14 Februari 2017.

"Memang di sini cuma ada 3 permainan. Ayunan, perosotan dan jungkat-jungkit saja. Sampai saat ini belum ada penambahan sarana bermain. Dulu kita sempat punya CSR namun sekarang tidak lagi," kata Ira, satu diantara pengelola RPTRA, Jumat (3/5/2019).

Segala biaya operasional di RPTRA ini hanya mengandalkan apabila ada pihak luar yang ingin mengadakan acara di tempat tersebut.

Pengelola RPTRA hanya sebagai fasilitator tempat sehingga biaya kontribusi selalu seikhlasnya.

Sarana bermain di RPTRA Wangi Cimpedak, Jatinegara, Jakarta Timur
Sarana bermain di RPTRA Wangi Cimpedak, Jatinegara, Jakarta Timur (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

"Jangankan untuk membeli sarana bermain baru. Uang untuk operasional RPTRA saja kita dapat dari tiap acara yang diadakan di sini. Seperti acara wisuda siswa PAUD, arisan PKK ataupun senam zumba. Itu pun seikhlasnya karena kita tidak pernah mematok biaya. Jadi uang dari situ kita kelola untuk biaya perbaikan di sini," tambah wanita berhijab itu pada TribunJakarta.com.

Perbaikan yang sering dilakukan adalah pembelian keran air yang kerap kali rusak akibat ulah anak-anak yang bermain.

Selain itu, uang kontribusi juga digunakan untuk pembelian cat agar RPTRA Wangi Cimpedak terlihat lebih indah.

Di beberapa tembok RPTRA sudah terlihat beberapa mural seperti sayap bidadari, ondel-ondel, gurita raksasa dan lain sebagainya yang dapat dijadikan lokasi spot foto.

Namun, pantauan TribunJakarta.com belum semua mural diberikan warna. Beberapa mural masih dalam bentuk sketsa.

Ira mengatakan hal tersebut dikarenakan mereka kekurangan dana, sedangkan pengelolaan RPTRA termasuk pemeliharaan menjadi tanggung jawab mereka.

Pembelian cat akan dilakukan kembali ketika uang kontribusi sudah ada lagi.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved