Anies Baswedan Sebut Lebih 3500 Anak Terlibat Program #BacaJakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan sebanyak lebih dari 3.500 anak-anak di Ibu Kota ikut terlibat dalam program #BacaJakarta tahun 2019.

Anies Baswedan Sebut Lebih 3500 Anak Terlibat Program #BacaJakarta
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan sebanyak lebih dari 3.500 anak-anak di Ibu Kota ikut terlibat dalam program #BacaJakarta tahun 2019.

Program ini, berjalan selama tiga puluh hari terhitung dari tanggal 1 April 2019 lalu, dan bertujuan untuk menumbuhkan minat baca dan daya baca pada anak usia dini.

"Hari ini kita menghadiri bisa dibilang penutupan sebuah program Baca Jakarta, yang berjalan selama 30 hari kemarin. Mulai dari tanggal 1 April, melibatkan lebih dari 3.500 anak," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (4/5/2019).

Anies menjabarkan, dalam program ini ada sebanyak 143 taman baca yang didirikan dengan melibatkan 928 relawan untuk menjadi pembimbing dari anak-anak peserta #BacaJakarta.

Lewat program ini, Mantan Mendikbud ini menginginkan agar kegiatan membaca bisa tumbuh sebagai sebuah kebiasaan baru bagi anak-anak DKI Jakarta.

"Jadi Ibukota Jakarta harus memiliki kegiatan yang memungkinkan anak-anaknya untuk tumbuh kebiasaan membaca. Jadi program Baca Jakarta berjalan selama 30 hari, tapi kedepannya kita ingin ini berjalan sepanjang tahun," kata Anies.

"Supaya minat baca tinggi, daya baca juga tinggi. Insya Allah itu menjadi modal untuk bisa menjadi pembelajar," paparnya.

Anies berharap, melalui program baca Jakarta Ibu Kota Jakarta bisa menjadi sebagai kota pembelajar.

Peran Anies dan Ahok Tangani Banjir Jakarta, Syarif Inginkan Pertemuan Keduanya untuk Diskusi

Anies Baswedan Buat Keputusan Gubernur Soal Jam Kerja PNS Pemprov DKI Saat Ramadan, Ini Jadwalnya

Dimana kedepannya akan memberikan dampak yang positif bagi generasi yang akan datang.

Ia pun mengingatkan kepada para orangtua agar tak memaksa anak-anak untuk terus membaca.

Sebab, pada usia tertentu anak-anak sejatinya memiliki sifat ingin bermain sehingga rentan oleh paksaan.

"Kita rangsang anak agar giat membaca dengan cara yang lebih dapat diterima oleh anak-anak, jangan kita ajarkan anak untuk langsung kepada intinya yakni pentingnya membaca, karena pada hakekatnya anak-anak dalam waktunya masih ingin bermain, dunia anak adalah dunia permainan," ungkapnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved