Breaking News:

Pileg 2019

Faldo Maldini Bersaing Ketat dengan Incumbent, Tommy Kurniawan Dikabarkan Mulus ke Senayan

Faldo Maldini bersaing ketat dengan Primus Yustisio, Tommy Kurniawan dikabarkan lolos ke Senayan.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Instagram @faldomaldini/ TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Tommy Kurniawan dan Faldo Maldini. 

Dari hasil perhitungan suara di Kabupaten Bogor, kini hanya menyisakan 2 Kecamatan saja yang belum masuk dalam data perhitungan.

Makna Plat Nomor 2024 AHY, Andi Mallarangeng Singgung Pemimpin Baru: Ada Mbak Puan, Mas Sandi

Jadwal Live Streaming MotoGp Spanyol 2019, Sesi Kualifikasi dan Free Practice, Sabtu 4 Mei 2019

Terduga Teroris di Bekasi Ditembak Mati Densus 88, Dua Lainnya Kabur Bawa Bahan Peledak

Dengan hanya tersisa dua kecamatan, caleg PKB Tommy Kurniawan mendapat perolehan suara paling tinggi dari para calon lainnya yang memperebutkan 1 kursi tersisa.

"Jadi dari 9 kursi yang ada, 8 sudah didapatkan oleh beberapa partai. Dan kini hanya tersisa satu kursi saja. Dari perhitungan yang ada, kami (PKB), suaranya sudah tidak terkejar lagi dengan partai kompetitor lainnya yang berada di bawah PKB perolehan suaranya, termasuk Golkar untuk kursi keduanya," ujar Abdul Kadir Karding, Jumat (3/5/2019) seperti dilansir TribunJakarta dari Tribunnews.com.

"Hanya sisa 2 kecamatan saja yang datanya belum masuk. Untuk menyalip suara PKB , saingan partai terdekat yaitu Golkar harus mendapatkan lebih dari 60 ribu suara. Itukan sudah tidak mungkin. Artinya, satu kursi tersisa akan didapat PKB. Dan ini untuk pertama kalinya kami pecah telor dapat kursi di Dapil Jabar 5," sambungnya.

Mantan aktor Tommy Kurniawan yang kini maju jadi caleg dari PKB
Mantan aktor Tommy Kurniawan yang kini maju jadi caleg dari PKB (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Terpisah, Tommy Kurniawan mengatakan bahwa hingga saat ini dirinya masih terus mengawal proses perhitungan suaranya.

Tommy Kurniawan dan timnya tak ingin suaranya dirampas pihak lain.

"Alhamdulillah, kerja keras yang saya dan teman-teman lakukan sudah sangat baik dan tepat. Hasil perolehan suara saya sangat baik memuaskan. InshaAllah, satu kursi untuk PKB dari saya akan kami dapatkan. Yang terpenting, benar-benar dikawal perhitungannya, jangan sampai hilang atau lari ke pihak lain,apalagi mencoba menggelembung kan suara, saya pastikan semua itu kita kawal dengan ketat," ucap Tommy Kurniawan.

"Iya benar, hanya sisa 2 kecamatan yang belum terhitung. Jadi dengan sisa 2 Kecamatan itu, sepertinya akan sulit mengejar suara yang saya peroleh. Dibutuhkan 50 ribu sampai 60 ribu suara minimal. Jadi sangat tidak mungkin," tambahnya.

Kalah 5 Kali Beruntun, Ivan Kolev Serahkan Nasib ke Manajemen Persija Jakarta

6 Trik Atasi Rasa Kantuk saat Menjalankan Ibadah Puasa

Rekapitulasi Suara Pemilu Sudah Tingkat Kota, Kantor KPU Tangerang Dijaga Puluhan Polisi dan TNI

Blak-blakan Pernah Ditawari Presiden Jokowi Jadi Menhan, Gatot Nurmantyo Respons Begini

Makna Plat Nomor 2024 AHY, Andi Mallarangeng Singgung Pemimpin Baru: Ada Mbak Puan, Mas Sandi

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat ditemui awak media sebelum meninggalkan Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2019).
Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat ditemui awak media sebelum meninggalkan Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

Di sisi lain, Politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean juga telah angkat suara terkait pencalonannya di dapil Kabupaten Bogor.

Ferdinand Hutahaean, mengatakan bahwa, dirinya tak lolos menjadi anggota DPR RI.

"Saya sejak awal turun menjadi caleg saya tidak punya harapan dan tidak punya ekspektasi lolos sebagai anggota DPR terpilih," kata Ferdinand Hutahaean seperti dikutip TribunJakarta dari Kompas.com.

Menurut Ferdinand Hutahaean, ongkos politik yang mahal membuat dirinya hanya turun di 40 titik selama masa kampanye.

"Cost tinggi dan saya tidak mau melakukan itu maka saya turun ke dapil terbatas sekali," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved