Ramadan 2019

Cerita Nur Syahid yang Terima Jasa Baca Doa di Makam Jelang Ramadan

Ia banyak dicari para peziarah yang datang ke TPU Kepa Duri, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Nur Syahid (73) pembaca doa di TPU Kepa Duri, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Momen ziarah kubur jelang Ramadan seperti saat ini menjadi berkah bagi Nur Syahid (73).

Ia banyak dicari para peziarah yang datang ke TPU Kepa Duri, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Sudah beberapa tahun ini, Nur Syahid kerap diminta peziarah untuk memimpin doa di atas pusara makam.

Di TPU Kepa Duri, memang hanya Nur Syahid yang menjadi pembaca doa di kuburan.

Biasanya, Nur Syahid mendatangi keluarga yang sedang ziarah usai dipanggil oleh petugas pemakaman.

Ia pun kemudian memimpin pembacaan doa mulai dari Surat Al Fatihah, Surat Yaasin, serta tahlil. Beberapa doa lain juga dilantunkan untuk mendoakan ahli kubur.

Rata-rata ia membaca doa di makam selama 15-20 menit.

Nur Syahid mengatakan ia hanya menjadi pembaca doa di kuburan tiap jelang Ramadan dan saat lebaran saja.

"Kalau hari biasa saya dirumah aja main sama cucu, kesininya kalau lagi mau puasa dan pas lebaran," kata Nur Syahid saat berbincang dengan TribunJakarta.com, Minggu (5/5/2019).

Ia pun menceritakan awalnya menjadi pemimpin doa di TPU Kepa Duri.

Nur Syahid yang tinggal di dekat TPU Kepa Duri diminta oleh para petugas pemakaman untuk menjadi pembaca doa di makam.

"Karena mungkin banyak keluarga yang enggak begitu hafal doa makanya beliau meminta saya untuk mendoakan almarhum," ujarnya.

Sebagai pembaca doa di makam, Nur Syahid pantang untuk mematok tarif.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved