Ari Wibowo Diringkus Polisi Maling Handphone Pasutri yang Tertinggal di Motor

Panik aksinya diketahui korbannya, pelaku pun langsung menancap gas sepeda motornya sekencang-kencangnya dan pergi meninggalkan lokasi.

Ari Wibowo Diringkus Polisi Maling Handphone Pasutri yang Tertinggal di Motor
ISTIMEWA/Dokumentasi Polresta Depok
Topan Ari Wibowo ketika diamankan di Polsek Pancoran Mas. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Peristiwa pencurian didepan sebuah toko kaset di Jalan Raya Cipayung RT 01/01, Cipayung, Kota Depok, Sabtu (4/5/2019). 

Korban Royadi dan Nurul Tanzila yang merupakan pasangan suami istri, sempat kehilangan dua unit handphonenya yang tertinggal didalam dashboard motornya ketika tengah parkir didepan toko kaset tersebut.

Sedang merogoh dashboard motor untuk mengambil handphone tersebut, aksi pelaku yang bernama Topan Ari Wibowo (21) dipergoki oleh Nurul Tanzila yang langsung berteriak keras dan memancing perhatian warga sekitar.

Panik aksinya diketahui korbannya, pelaku pun langsung menancap gas sepeda motornya sekencang-kencangnya dan pergi meninggalkan lokasi.

Beruntung, teriakan Nurul didengar sejumlah anggota kepolisian yang tengah melakukan pengamanan penghitungan suara di Kantor Kecamatan Cipayung, Kota Depok, yang langsung mengejar pelaku.

Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan Tangkap Pelaku Pencurian yang Beraksi di Tebet

Setelah terlibat aksi kejar-kejaran dengan petugas, pelaku pun akhirnya berhasil ditangkap dan langsung diserahkan ke Polsek Pancoran Mas beserta barang buktinya.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan menuturkan, keterangan pelaku handphone tersebut hendak dijual dan hasilnya akan digunakan untuk biaya kebutuhan sehari-sehari.

"Sementara ini pengakuannya handphone itu mau dijual, nah uang hasil penjualannya itu dipakai untuk biaya hidup sehari-hari," ucap Deddy dikonfirmasi wartawan, Senin (6/5/2019).

Terakhir, Deddy menuturkan pelaku Topan Ari Wibowo terancam dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dan ancaman penjara maksimal tujuh tahun lamanya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved