Bayi Tewas Tak Langsung Lapor Polisi, KPAI Sebut Dokter Puskesmas Kebon Jeruk Lalai

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan meminta keterangan dokter dari Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat dalam kasus tewasnya bayi KQS.

TribunJakarta/Elga Hikari Putra
Komisioner KPAI Bidang Trafficking dan Eksploitasi, Ai Maryati Solihah di Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (6/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan meminta keterangan dokter dari Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat dalam kasus tewasnya bayi KQS.

Hal tersebut karena dokter puskesmas diduga melakukan kelalaian lantaran tidak langsung melaporkan adanya kematian tak wajar yang mereka tangani pada Sabtu (27/4/2019).

Padahal lokasi Puskesmas Kebon Jeruk bersebelahan persis dengan Mapolsek Kebon Jeruk.

Diketahui, pihak puskesmas baru melaporkan adanya korban tewas tidak wajar pada Selasa (30/4/2019) atau tiga hari setelah tewasnya korban.

Saat itu, korban sendiri sudah dimakamkan oleh pihak keluarga.

"Tentu besok dari bidang pengasuhan akan turun bersama polisi ke puskesmas untuk mendampingi. Sika kira di dalam kasus ini saya ingin lebih komprehensif," ujar Komisioner KPAI Bidang Trafficking dan Eksploitasi, Ai Maryati Solihah di Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (6/5/2019).

Ai pun menyayangkan adanya dugaan pembiaran yang dilakukan pihak dokter Puskesmas Kebon Jeruk.

Kisah 17 Jasad Terlantar di RSUP Sanglah Bali: Ada yang Tanpa Identitas dan Bayi Tak Diurus Ibunya

6 Fakta Bayi Dibunuh Ayah Kandung di Jakbar: Terkuak Saat Urus Surat Kematian hingga Kesaksian Istri

Ayah Muda Pembunuh Bayinya di Kebon Jeruk dalam Pengaruh Narkoba

Menurutnya, hal itu karena telah hilangnya rasa sensitivitas dari pihak puskesmas.

"Ini karena adanya kehilangan sensitivitas di Puskesmas, yang sebetulnya sudah langsung mendapati keadaan korban seperti ini ketika mendapati ada yang tidak wajar," kata Ai.

Kapolsek Kebon Jeruk, AKP Erick Frendriz mengatakan pihaknya akan memanggil dokter puskesmas pada Selasa (7/5/2019) esok.

Diketahui, setelah menangani kematian KQS tanpa membuat laporan ke polisi, dokter tersebut langsung terbang ke Malaysia karena ada urusan keluarga.

"Untuk dokter sendiri, kita sudah rencanakan pemeriksaan, mungkin besok pagi di Polsek Kebon Jeruk," kata Erick.

Ditanyakan apakah dokter puskesmas bisa ditetapkan sebagai tersangka apabila benar terlibat pembiaran, Erick mengatakan pihaknya akan fokus terlebih dahulu dalam kasus yang dilakukan MS terhadap KQS.

"Saat ini kami masih fokus penanganan penyidikan terhadap pelaku," kata Erick.

Bayi berusia tiga bulan berinisial KQS tewas pada Sabtu (27/4/2019) setelah dipukul digigit hingga dipelintir oleh MS yang merupakan ayah kandung sendiri.

Aksi keji itu dilakukan MS di rumah mereka saat sang istri sedang berbelanja ke pasar. 

KQS sempat dilarikan ke Puskesmas Kebon Jeruk namun nyawanya tak tertolong.

Pihak puskesmas sebenarnya tidak mau mengeluarkan surat kematian terhadap KQS karena diduga korban mati tak wajar.

Sayangnya pihak puskemas tidak langsung membuat laporan ke polisi hari itu juga.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved