Mabes Polri Sebut Teroris di Bekasi Lebih Berbahaya, Berencana Pengeboman Jika Ada Aksi People Power

Karenanya kelompok pimpinan Solikin (34) ini, kata Dedi, berencana pula beraksi melakukan pengeboman saat aksi people power dilakukan pihak tertentu.

Mabes Polri Sebut Teroris di Bekasi Lebih Berbahaya, Berencana Pengeboman Jika Ada Aksi People Power
WARTA KOTA/Budi Sam Law Malau
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menjelaskan enam orang terduga teroris yang dibekuk di Bekasi dan Tegal pada 4 dan 5 Mei lalu, adalah kelompok terstruktur yang jauh lebih berbahaya dibanding kelompok terorisme di Sibolga yang sempat meledakkan diri, beberapa waktu lalu.

Meski kedua kelompok ini sama-sama jaringan JAD yang berafiliasi dengan ISIS.

"Kelompok teroris di Bekasi ini jauh lebih berbahaya dibanding kelompok di Sibolga. Kelompok ini jauh lebih militan dan juga lebih berpengalaman dalam serangan aksi terorisme dengan bom," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (6/5/2019).

Karenanya kelompok pimpinan Solikin (34) ini, kata Dedi, berencana pula beraksi melakukan pengeboman saat aksi people power dilakukan pihak tertentu terkait hasil Pemilu 2019.

"Bomnya sudah mereka siapkan dan berhasil kita sita. Kelompok ini tinggal menunggu momentum salah satunya people power. Caranya serangan saat people power mereka menyamar menjadi peserta aksi people power," kata Dedi.

Saat itulah, kata dia, anggota kelompok melakukan pengeboman.

"Caranya berbagai macam mulai dari suicide bomber atau bom bunuh diri dan juga bom lempar. Ini sangat berbahaya karena tingkat fatal bomnya sangat besar," kata Dedi.

Lokasi penangkapan terduga teroris di Jatikramat Jatiasih, Kota Bekasi.
Lokasi penangkapan terduga teroris di Jatikramat Jatiasih, Kota Bekasi. (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Sasaran kelompok ini kata Dedi pertama adalah amaliah dengan target anggota kepolisian yang bertugas.

"Mereka berencana merampas senjata polisi, dilukai atau dibunuh," kata Dedi.

Yang kedua katanya kelompok ini memanfatkan momentum pemilu khususnya yang ada di Jakarta.

Halaman
123
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved