Polisi Bekuk Tiga Pelaku Penganiaya Pria Salah Sasaran di Depok

Salah seorang warga Cilangkap, Cimanggis, Kota Depok, saat ini, Andre Hatta, hanya bisa terbaring lemas di ruang perawatan rumah sakit usai dianiaya.

Polisi Bekuk Tiga Pelaku Penganiaya Pria Salah Sasaran di Depok
Net
Ilustrasi Penganiayaan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS -  Salah seorang warga Cilangkap, Cimanggis, Kota Depok, saat ini, Andre Hatta, hanya bisa terbaring lemas di ruang perawatan rumah sakit usai dianiaya sekelompok pemuda.

Peristiwa nahas tersebut terjadi di Jalan Setu Cilangkap RT 001/014, Tapos, Kota Depok, pada Rabu (1/5/2019) yang lalu sekira pukul 23.00 WIB.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan menuturkan, peristiwa penganiyaan tersebut bermula ketika korban mendapat kabar terjadi keributan di Setu Cilangkap dekat rumahnya.

Kemudian, untuk menjawab rasa penasarannya korban pun memutuskan berjalan kaki ke Setu Cilangkap.

Polresta Depok Ringkus 5 Remaja Pelaku Pengeroyokan Salah Sasaran ABG Hingga Tewas

Lagi Nongkrong di Warkop, Bocah SMP di Depok Tewas Usai Jadi Korban Salah Sasaran Pelaku Tawuran

Pembacokan Bocah SMP di Depok, Korban: Kayaknya Saya Korban Salah Sasaran

Sial bagi korban, dirinya langsung dianiaya oleh sekiranya 20 orang, hingga menderita luka bacok di bagian perut dan beberapa bagian tubuh lainnya, ketika baru tiba di Setu Cilangkap.

"Korban mengalami luka bacok pada bagian perutnya, selanjutnya korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Husada Cibinong, baru setelah itu dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati," ujar Deddy dikonfirmasi wartawan, Senin (6/5/2019).

Tak berselang lama, kakak kandung korban, Annah Hata membuat laporan atas musibah yang dialami oleh adik kandungnya, dan langsung ditindaklanjuti oleh petugas mencari keberadaan para pelaku.

Buntutnya, Polisi pun berhasil meringkus tiga pelaku berinisial RK alias Patek (18 tahun), FR (19 tahun), dan DS alias Cemong (22 tahun) dari sejumlah lokasi berbeda yang diduga kuat sebagai tempat persembunyiannya.

Deddy menuturkan, para pelaku terancam dijerat Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP. Sementara motifnya korban diduga menjadi korban salah sasaran aksi tawuran yang dilakukan oleh para pelaku.

"Para pelaku kami jerat dengan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan dan atau penganiayaan. Dugaan sementara ini korban salah sasaran saat para pelaku terlibat aksi tawuran," pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved