Alasan Pulang Kampung, ART Ini Malah Bawa Kabur Perhiasan Majikannya

Seusai kedua pelaku berpamitan, alangkah terkejutnya korban ketika mendapati perhiasan yang disimpan didalam lemari sudah raib semua

Alasan Pulang Kampung, ART Ini Malah Bawa Kabur Perhiasan Majikannya
TRIBUNEWS.COM
Ilustrasi Pencurian. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CINERE - Polisi membekuk dua pelaku pencurian bernama Ririn Haryanti dan Asep Herman, di kawasan Grand Duta Tangerang, Periuk, Kota Tangerang, Senin (6/5/2019).

Keduanya diamankan polisi, usai membawa kabur dan menjual perhiasan milik majikannya yang bernilai ratusan juta.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan menuturkan, awal mula pelaku beraksi dimulai pertengahan bulan April 2019 yang lalu.

Ketika itu, para pelaku yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga (ART) berhasil menggasak perhiasan milik majikannya di Jalan Saparua Blok H RT 03/13, Cinere, Kota Depok, tanpa diketahui.

"Awal mula mereka beraksi ini pada pertengahan April, perhiasan yang mereka curi dijual seharga Rp 4,3 juta," ujar Deddy dikonfirmasi wartawan, Selasa (7/5/2019).

Merasa aksi pertamanya berhasil tanpa diketahui korban, keduanya pun kembali mencuri perhiasan emas korban yang disimpan didalam lemari, pada Selasa (30/4/2019) silam.

Usai berhasil menggasak perhiasan korban yang merupakan majikannya sendiri, Ririn dan Asep berpamitan kepada korban untuk pulang kampung.

Kendalikan Peredaran Makanan Selama Ramadan, Sudin KPKP Jakarta Pusat Akan Gelar Operasi Pasar

Fahri Hamzah Harap Ratna Sarumpaet Dapat Terus Berkarya Sebagai Seniman

Hotel Mewah Ini Tawarkan Paket Menu Buka Puasa Menarik Selama Ramadan

Seusai kedua pelaku berpamitan, alangkah terkejutnya korban ketika mendapati perhiasan yang disimpan didalam lemari sudah raib semua.

Korban pun langsung melaporkan hal tersebut ke Mapolsek Limo, dan langsung ditindaklanjuti petugas dengan mencari keberadaan para pelaku.

Buntutnya, kedua pelaku pun berhasil diamankan beserta barang bukti perhiasan milik korban yang belum sempat dijual.

Atas kejadian tersebut, korban pun menderita kerugian hingga sekiranya Rp 150 juta. Sementara pelaku terancam dijerat Pasal 363 KUHP.

"Kerugian korban sekiranya mencapai Rp 150 juta. Sementara pelaku kami jerat Pasal 363 KUHP," kata Deddy.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved