Ditagih Bayar Es Podeng, 5 Preman Malah Pukuli Pedagang Hingga Rusak Gerobak di Cengkareng

Aparat Polsek Cengkareng, Jakarta Barat menciduk lima preman yang kerap berbuat onar di kawasan Taman Palem, Cengkareng.

Ditagih Bayar Es Podeng, 5 Preman Malah Pukuli Pedagang Hingga Rusak Gerobak di Cengkareng
Dokumentasi Polres Jakarta Barat
Ilustrasi: Polisi mengamankan para preman yang terlibat pemukulan terhadap warga. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Aparat Polsek Cengkareng, Jakarta Barat menciduk lima preman yang kerap berbuat onar di kawasan Taman Palem, Cengkareng.

Kelimanya yakni AF (33), NL, RO (26), DM (20), dan PB (21).

Kapolsek Cengkareng, Kompol Khoiri menjelaskan kelima preman itu menganiaya dan merusak gerobak para pedagang di kawasan Taman Palem pada Jumat (3/5/2019).

Hal itu berawal ketika para pelaku tak mau membayar minuman es podeng yang telah mereka minum.

Pelaku yang tak terima ditagih malah mengamuk dan menghancurkan gerobak tersebut.

"Bahkan, pelaku AF juga mengambil gunting dari warung rokok yang berada di sekitar lokasi dan menyerang sejumlah pedagang yang ada," kata Khoiri kepada wartawan, Selasa (7/5/2019).

Total ada enam pedagang yang menjadi korban dari tindakan onar para preman tersebut.

"Mereka ada yang mengalami luka lebam akibat dipukuli, luka akibat tusukan gunting di tubuh hingga kerugian akibat gerobaknya dirusak oleh para pelaku," kata Khoiri.

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Antonius mengatakan para pelaku ditangkap di sebuah warung kopi yang tak jauh dari lokasi setelah salah satu pedagang menghubungi Binmas Polsek Cengkareng.

Saat hendak ditangkap, pelaku NL berusaha menyerang petugas dengan senjata tajam.

Ungkap Penyelundupan 120 Kg Sabu dan Berantas Premanisme, Polres Jakarta Barat Dapat Promoter Reward

Mabuk dan Pukuli Warga, 21 Preman Ditangkap di Cengkareng

Akhirnya polisi terpaksa melepaskan timah panas ke paha kanan NL untuk melumpuhkannya.

Saat ini kelima preman itu telah berada di Mapolsek Cengkareng untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Pelaku akan kita kenakan Pasal 170 KUHP juncto Pasal 351 KUHP tentang pengeroyokan dan penganiayaan. Infonya mereka memang kerap berboat onar dan meresahkan warga," kata Antonius.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved