Breaking News:

Ini Asal Muasal Keturunan Arab Makin Dikenal di Condet

Ketua Yayasan Cagar Betawi Condet, Iwan Setiawan menceritakan tersohornya Condet 

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARAH
Ketua Cagar Budaya Betawi Condet, Iwan Setiawan pada Selasa (7/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Ketua Yayasan Cagar Betawi Condet, Iwan Setiawan menceritakan alasan Condet dikenal dengan Betawi dan turunan Arabnya.

Lelaki 50 tahun mengatakan kawasan Condet sejak dulunya merupakan pribumi asli yang memang bermukin di area tersebut.

Terungkap Awal Mula Kawasan Condet Dihuni Banyak Habib

Mengungkap Sejarah Nama Kampung Kramat di Condet dan Kramat Jati

Sekitar Tahun 1935, Turunan Arab Mulai Masuki Kawasan Condet

Namun, seiring perkembangan zaman, pada tahun 1975 sudah mulai banyak keturunan Arab yang ikut bermukim di daerah tersebut.

"Jadi memang aslinya di Condet itu orang Betawi asli. Namun pada tahun 1975 orang turunan Arab sudah banyak yang datang kemari bahkan sampai bermukim. Kalau dulu mungkin hanya sekadar syiar islam atau jamaah saja. Lalu kemudian yang bermukim itu beberapa menikah dengan orang pribumi," jelasnya, Selasa (7/5/2019).

Lanjut, ia menceritakan yang menikahi warga pribumi hanyalah para lelaki turunan Arab. Sedangkan perempuannya tetap menikah dengan yang keturunan Arab juga.

"Jadi dari beberapa yang menikahi warga pribumi, hanyalah yang lelaki. Karena kalau yang lelaki turunan Habib menikah dengan wanita pribumi, ke anaknya tetap turunan Habib. Sedangkan yang perempuan turunan Arabnya mencari yang lelaki yang turunan Arab juga untuk mempertahankan gelar keturunannya. Maka dari itu orang Arab di Condet juga banyak. Karena dari bermukim sampai punya keturunan juga masih di sini," tambahnya.

Kemudian kawasan Condet makin dikenal dengan Arabnya karena para turunan Arab banyak yang membuka usaha seperti parfum, rumah makan, toko baju muslim dan lain sebagainya.

"Akhirnya para turunan Arab makin terkenal ada di Condet karena mereka banyak memiliki usaha di sekitaran wilayah sini. Seperti di Jalan Raya Condet itu berjejer toko parfum," tandasnya.

Meskipun demikian, Budaya Betawi di Kawasan Condet masih tetap dipertahankan, salah satunya dengan hadirnya Festival Budaya Condet yang sudah berjalan selama 4 tahun.

Salak dan Duku Condet juga merupakan bukti warisan peninggalan orang Betawi asli Condet yang sudah bermukim sejak dulu.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved