Breaking News:

Mengungkap Sejarah Nama Kampung Kramat di Condet dan Kramat Jati

Habib Muchsin bin Salim bin Munchsin Alatas mengungkapkan nama Kampung Kramat di Condet dan Kramat Jati.

Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Makam Kramat Jati, Habib Muchsin bin Muhammad Alatas 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Habib Muchsin bin Salim bin Munchsin Alatas mengungkapkan nama Kampung Kramat di Condet dan Kramat Jati.

Habib Muchsin bin Salim bin Munchsin Alatas (74) merupakan seorang juru kunci sekaligus di makam kramat Habib Muchsin bin Muhammad Alatas yang meninggal pada tahun 1938.

"Dulunya nama tempat sekitar sini masih dikenal orang sebagai Jalan Raya Condet. Namun pas Kakek saya meninggal, orang-orang mulai menyebut Kampung Kramat dan kemudian nama Kramat Jati juga gabungan dari makam ini dan pohon Jati yang tumbuh disekitaran Jalan Raya Condet. Jadi ketika Kakek saya meninggal baru ada nama Kampung Kramat karena beliau dimakamkan di sini dan Kramat Jati," ungkapnya pada TribunJakarta.com, Selasa (7/5/2019).

Habib Muchsin bin Muhammad Alatas adalah keturunan Nabi Muhammad SAW yang berlayar dari Hadramaut, sebuah lembah di Yaman dan menetap di daerah Cawang, Jakarta Timur.

Pada eranya, Habib Muchsin memiliki kelebihan yakni dapat menyembuhkan orang sehingga banyak orang pribumi yang mencari dirinya.

"Jadi pas zamannya beliau, Kakek saya itu banyak di cari orang, tamunya banyak. Dari mana saja cari beliau. Dari yang sakit minta kesembuhan, usaha supaya lancar sampai yang datang dengan hajat tertentu. Tapi ketika berlayar kemari itu beliau memang sudah memiliki tujuan syiar Islam, dakwah. Jadi lambat laun makin dikenal orang karena memiliki kelebihan," tambah lelaki yang sudah menjaga makam kramat ini hampir 10 tahun.

Ia juga menceritakan, Habib Muchsin bin Muhammad Alatas memiliki 4 orang isteri.

Identik dengan Toko Minyak Wangi, Ternyata Begini Sejarah Kawasan Condet

Sekitar Tahun 1935, Turunan Arab Mulai Masuki Kawasan Condet

Dua istrinya merupakan warga pribumi, suku Betawi asli yang bermukim di Kebon baru.

"Kakek saya punya 4 orang isteri, yang dua merupakan orang Betawi asli yang dua lagi masih keturunan Habib juga. Yang saya ingat hanya dua isteri yang asli Betawi saja, salah satunya nenek saya, Amera binti Musram yang memiliki 11 anak lalu Hj Jahora binti Mahmud. Mereka berdua di makamkan di sini juga," tandasnya.

Saat ini terdapat 21 makam yang berada di dalam Makam Al Hawi bersama Habib Muchsin bin Muhammad Alatas.

Lalu di luar bagian makam, juga terdapat puluhan makam dari keturunan habib dan warga turunan Betawi asli yang bermukim di Condet.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved