Mafia Bola

Sidang Joko Driyono: Didakwa Melakukan Pencurian CCTV Barang Bukti Hingga Disebutnya Dirut Persija

Joko Driyono, didakwa melakukan pencurian barang bukti kasus dugaan pengaturan skor yang sedang ditangani Satgas Antimafia Bola

TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Suasana persidangan kasus perusakan barang bukti pengaturan skor dengan terdakwa Joko Driyono di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/5/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menghadiri sidang perdana dirinya dalam kasus dugaan perusakan barang bukti terkait pengaturan skor di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jln Ampera Raya, Jaksel, Senin (6/5/2019).

Jokdri tiba sekira pukul 14.30 WIB di PN Jakarta Selatan. Dirinya tampak mengenakan kemeja batik hijau dan abu-abu.

Tangannya tampak dibelenggu oleh borgol petugas Kejaksaan. Borgol tersebut ditutup oleh dirinya dengan baju tahanan berwarna merah.

Dirinya tidak mengucapkan sepatah kata pun saat ditanya oleh awak media.

Jokdri sempat dibawa ke ruang sidang utama Kartika. Namun dibawa akhirnya dipindahkan ke ruang tunggu tahanan karena masih ada sidang kasus lain.

Seperti diketahui, Jokdri ditetapkan sebagai tersangka karena merusak barang bukti terkait pengaturan skor. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (14/2/2019).

Dirinya diduga memerintahkan tiga pesuruhnya, yakni Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofar melakukan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti Mafia Sepakbola beberapa waktu lalu.

Dia diduga memerintahkan ketiganya melakukan perusakan garis polisi atau masuk tanpa izin ke tempat yang telah disegel polisi, kemudian memerintahkan melakukan perusakan barang bukti dan pencurian mengambil laptop terkait kasus dugaan pengaturan skor.

Didakwa Melakukan Pencurian CCTV Barang Bukti
Mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, didakwa melakukan pencurian barang bukti kasus dugaan pengaturan skor yang sedang ditangani Satgas Antimafia Bola.

"(Terdakwa) telah melakukan perbuatan mengambil barang sesuatu yaitu berupa DVR Server CCTV dan satu unit Laptop merk HP Note Book 13 warna silver, yang sebagian atau seluruhnya dalam penguasaan penyidik Satgas Antimafia Bola, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum," ujar Jaksa Penuntut Umum Sigit Hendradi dalam dakwaannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Senin (6/5/2019).

Dalam dakwaannya, JPU menyebut barang bukti yang diambil Joko Driyono sudah dipasangi garis polisi oleh Satgas Antimafia Bola.

Joko Driyono diduga memerintahkan terdakwa lain, Muhamad Mardani Morgot, untuk mengambil semua kertas-kertas selain buku bacaan atau majalah yang ada pada rak dan laci meja kerjanya dan notebook yang ada diruangan kerjanya.

Dirinya juga memerintahkan Mardani untuk menghilangkan rekaman CCTV dengan cara mencabut dengan tujuan agar Tim Penyidik tidak dapat melihat rekaman kegiatan dan aktivitas di kantor PT Liga Indonesia.

"Serta tidak dapat dilihat siapa-siapa orang yang pernah bertemu dengan Terdakwa, kemudian Saksi Muhamad Mardani Morgot mengganti dengan DVR CCTV yang rusak, selanjutnya DVR CCTV yang masih bagus," tutur Sigit.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved