Breaking News:

Ramadan 2019

Ajarkan Kedamaian Islam, Sekolah di Ciputat Tangerang Selatan Ini Tampung Pelajar Mualaf

Kepala Sekolah MA Soebono Mantofani, Linda Asmarani, mengatakan, di sekolahnya ada 20 mualaf yang juga menempuh pendidikan dan tinggal di pesantren.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Soebono Mantofani, Linda Asmarani, bersama pelajar mualaf di sekolahnya, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (8/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNKAKARTA.COM, CIPUTAT - Sekolah Soebono Mantofani yang berlokasi di bilangan Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), menampung pelajar mualaf.

Sekolah tersebut terdiri dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan Madrasah Aliyah (MA)

Kepala Sekolah MA Soebono Mantofani, Linda Asmarani, mengatakan, di sekolahnya ada 20 mualaf yang juga menempuh pendidikan dan tinggal di pesantren Muallaf An-Naba.

Ditemui di sekolahnya, Linda mengatakan, awalnya pihak pesantren kesulitan mencari sekolah yang menampung santrinya yang mualaf.

Beberapa hal memang jadi pertimbangan, termasuk pemahaman agama yang harus dipahami dari dasar.

Para pelajar mualaf juga tentu membutuhkan bimbingan dan perlakuan khusus, terutama terkait pemahaman agama.

Namun Linda berpikiran lain. Baginya, orang-orang yang baru mengenal Islam justru harus disambut dengan baik.

"Saya berpikir kalau mereka harus kita terima. Jadi kita sebagai sekolah Islam ya mencerminkan keIslaman dengan nilai-nilai kedamaian termasuk saling menerima satu sama lain," ujar Linda.

Karang Taruna RW 2 Cilangkap Gelar Kegiatan Ramadan, Mulai Mewarnai Kaligrafi Hingga Pesantren Kilat

Setelah 20 pelajar mualaf itu mulai bersekolah, Linda justru kaget dengan semangat belajar mereka.

"Rada ingin tahunya besar. Semangat belajarnya tinggi. Jadi walaupun mereka baru ibaratnya mengetahui Islam, mereka bisa mengikuti pelajaran ksrena semangatnya itu," ujarnya.

Selain semangat belajar, mereka juga cepat dalam mempraktikan pelajaran yang didapatkannya, terutama dalam hal akhlak berkelakuan sehari-hari.

"Ya mereka perlahan belajar. Termasuk puasa juga mereka mulanya berjuang ya, tapi makin ke sini terbiasa juga," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved