Breaking News:

Pemilu 2019

KPU Tangsel Molor Satu Hari Rampungkan Pleno Rekapitulasi

Berbagai kendala proses rekapitulasi di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) berimbas ke rekapitulasi di Tangsel.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Komisioner KPU Tangsel, Ade Wahyu di lokasi rekapitulasi, Hotel Marilyn, Serpong Utara, Tangsel, Selasa (7/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNKAKARTA.COM, SERPONG UTARA - Berbagai kendala proses rekapitulasi di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) berimbas ke rekapitulasi di tingkat kota di Tangerang Selatan (Tangsel).

Sampai Selasa (7/5/2019) yang semestinya menurut tahapan, rekapitulasi sudah selesai untuk dilanjutkan di tingkat provinsi, ternyata masih harus menunggu empat kecamatan yang belum menyetorkan formulir DA1, produk pleno PPK.

Sekira pukul 20.00 WIB, Ketua KPU Tangsel, Bambang Dwitoro, membuka rapat pleno dan langsung menskors sampai pukul 09.00 WIB Rabu (8/5/2019).

Komisioner KPU Tangsel, Ade Wahyu, menjelaskan, pihaknya atau KPU kabupaten kota mendapat kelonggaran waktu sampai Rabu (8/5/2019) dari KPU RI melalui surat edaran nomor 796/PL.02.6.SD/06/KPU/V/2019.

Logistik Tak Kunjung Dikirim, Rekapitulasi Suara Pemilu 2019 Kota Jakarta Timur Kembali Molor

Rekapitulasi Suara Pemilu 2019 Tingkat Kota Jakarta Pusat di Hotel Grand Cempaka Berjalan Lancar

Rapat Pleno Penghitungan Suara Pemilu 2019 di Kota Depok Resmi Dibuka Hari Ini

Dalam surat itu disebutkan KPU tingkat kabupaten kota boleh melanjutkan pleno rekapitulasi sampai dua hari sebelum berakhirnya tahapan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di tingkat provinsi.

"Jadi ada batas toleransi sampai satu hari," ujar Ade di lokasi rekapitulasi, Hotel Marilyn, Serpong Utara, Tangsel.

Ade memperkirakan sisa waktu satu hari, pihaknya bisa merampungkan rekapitulasi empat kecamatan yang tersisa.

Kecamatan yang tersisa itu adalah Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang dan Pondok Aren.

"Kalau enggak ada kendala, satu kecamatan bisa dua jam lah paling lama," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved