Breaking News:

Ramadan 2019

Larang SOTR, Kadis Pendidikan Tangsel Imbau Siswa Santuni Janda Tidak Mampu dan Anak Yatim

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan, Taryono, mengimbau siswa di wilayahnya tidak menggelar sahur on the road.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Ilustrasi sahur on the road (SOTR). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNKAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan (Tangsel), Taryono, mengimbau siswa di wilayahnya tidak menggelar sahur on the road (SOTR).

Diketahui, SOTR biasa dilakukan para siswa atau pelajar sambil berbagi makanan sahur kepada orang-orang di pinggir jalan.

Terlebih bagi siswa SMP, Taryono menegaskan bahaya SOTR menggunakan sepeda motor, termasuk berpotensi tawuran.

"SOTR dengan kendaraan bermotor akan sangat berksiko kecelakan dan berpotensi tawuran. Apalagi anak SMP belum punya SIM," terang Taryono, di Ciputat, Rabu (8/5/2019).

Taryono mengimbau kepada para siswa agar membuat acara yang lebih meningkatkan ketakwaan.

"Kegiatan berbasis sekolah, bisa berupa kajian Al-Quran, tadarus dan tahfidz Al-Quran dan lain-lain," ujarnya.

Selain itu, Taryono juga menyarankan kegiatan yang berbasis kepedulian sosial seperti menyantuni janda yang tidak mampu.

Tak Boleh Ada SOTR Selama Ramadan, Polres Jakpus Imbau Sahur di Masjid

Bukan Geng Motor, Pelaku Kericuhan di Fatmawati Ternyata Peserta SOTR, Jarah Helm di Parkiran

"Sedangkan kegiatan Ramadan yang berbasis sosial, bisa dalam bentuk santunan janda tidak mampu dan anak yatim," jelasnya.

Ia juga menawarkan alternatif kegiatan positif lainnya, semacam bakti sosial membersihkan tempat ibadah.

"Atau juga bisa dalam bentuk gerakan bakti sosial seperti bersih-bersih masjid dan musala. Serta lingkungan sekitar sekokah," terangnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved