Pilpres 2019

Rencana Kivlan Zen Demo KPU Tuntut Jokowi-Maruf Didiskualifikasi Tuai Sorotan, Moeldoko Bereaksi Ini

Tanggapan sejumlah tokoh terkait Kivlan Zen merencanakan unjuk rasa di kantor KPU dan Bawaslu.

Rencana Kivlan Zen Demo KPU Tuntut Jokowi-Maruf Didiskualifikasi Tuai Sorotan, Moeldoko Bereaksi Ini
Tribunnews.com/Yurike Budiman
Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zein saat ditemui Tribunnews.com di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12/2016) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Rencana unjuk rasa yang diinisiasi Mantan Kepala Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen menuai beragam komentar dari berbagai pihak.

Diketahui sebelumnya, Kivlan Zen merencanakan unjuk rasa di Kantor KPU RI dan Bawaslu RI, Jakarta, Kamis (9/5/2019) besok.

Unjuk rasa itu dilakukan untuk menuntut penyelenggara Pemilu mendiskualifikasi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, Jokowi-Maruf Amin.

Hal itu disampaikan Kivlan Zen dalam sebuah konferensi pers di Jalan Tebet Timur Dalam, Jakarta, Minggu (5/5/2019) kemarin.

Sejumlah tokoh pun menanggapi tentang rencana Kivlan Zen.

Satu di antaranya Kepala Staf Presiden yang juga merupakan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Moeldoko.

Hal itu bermula ketika Moeldoko menjelaskan pemerintah membutuhkan Tim Hukum Nasional untuk mengkaji ujaran kebencian dan tindakan melanggar hukum yang beredar selama Pemilu 2019.

Dikutip TribunJakarta dari Tribunnews.com, ujaran kebencian atau tindakan yang bersifat hasutan, terkait Pemilu kian meningkat tajam. Nantinya tim yang digagas Menkopolhukam Wiranto bakal diisi para ahli hukum tata negara dari berbagai universitas.

"Khusus dalam konteks pemilu, ini memang cukup meningkat dengan tajam," tegas Moeldoko di kantor Staf Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Debat Panas dengan Rocky Gerung, Adian Napitupulu Tunjuk-tunjuk hingga Disemprot Pembawa Acara

Detik-detik Najwa Shihab Pegangi Tangan Adian & Arief Poyuono saat Debat Panas soal Orba dan Prabowo

Dalam kesempatan tersebut, Moeldoko turut menyinggung rencana mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Tentara Nasional Indonesia (purn) Kivlan Zen yang bakal menggelar unjuk rasa (unras) ke KPU dan Bawaslu.

Halaman
1234
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved