Breaking News:

Terkendala Gedung Sempit, Rekapitulasi Suara Kecamatan Duren Sawit Paling Terlambat di Jakarta Timur

Meski bukan kecamatan dengan jumlah TPS dan pemilih terbanyak di Jakarta Timur, rekapitulasi tingkat Kecamatan Duren Sawit jadi terlambat.

Penulis: Bima Putra | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
TribunJakarta/Bima Putra
Proses rekapitulasi suara tingkat kota Jakarta Timur di Maxone Hotel, Rabu (8/5/2019).TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULO GADUNG - Meski bukan kecamatan dengan jumlah TPS dan pemilih terbanyak di Jakarta Timur, rekapitulasi tingkat Kecamatan Duren Sawit jadi yang terlambat dibandingkan sembilan kecamatan lain.

Ketua KPU Jakarta Timur Wage Wardana mengatakan lambatnya rekapitulasi tingkat Kecamatan Duren Sawit karena sempitnya Gedung Senam tempat penghitungan suara untuk tujuh kelurahan berlangsung.

"Kendalanya tempat, karena tempat rekapitulasinya sangat kecil sedangkan TPS-nya banyak. Bahkan untuk jalan pun kita harus miring-miring," kata Wage di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu (8/5/2019).

Wage membandingkan Duren Sawit dengan Kecamatan Cakung yang jadi kecamatan dengan jumlah TPS-nya paling banyak se-Indonesia tapi progresnya kini sudah 90 persen.

Pemilu di Kabupaten Tangerang Diklaim Anti Kecurangan, Ini Respon FPI

Bupati Tangerang Sebut Tidak Ada Kecurangan Pemilu 2019 di Kabupaten Tangerang

Tips Ketua KPU Jakarta Pusat Kawal Pemilu 2019 Selama Ramadan

Lantaran tempat rekapitulasi sempit, Wage menyebut KPU Jakarta Timur sampai perlu mendirikan tenda sebagai tambahan kelas agar proses rekapitulasi segera rampung.

"Akhirnya di injury time kami buka tenda yang besar untuk memfasilitasi itu. Hanya Duren Sawit saja yang kita perhatikan khusus, yang lainnya sesuai dengan rencana," ujarnya.

Ketua Bawaslu Jakarta Timur Sakhroji membenarkan bila rekapitulasi suara tingkat Kecamatan Duren Sawit terkendala sempitnya Gedung Senam tempat penghitungan berlangsung.

Merujuk keterangan yang diberikan anggota Panwascam Duren Sawit, dia menuturkan penempatan kotak suara masing-masing TPS semrawut sehingga menyulitkan tugas PPK.

"Duren Sawit paling terlambat, memang ada 1.126 TPS. Tapi kalau dibandingkan Cakung agak ketinggalan. Penempatan kotak-kotak suara yang Ada di GOR itu tidak teratur karena tempatnya sempit," kata Sakhroji.

Selain sempit, Sakhroji menyebut penempatan kotak suara tak rapih karena anggota PPK Duren Sawit dan PPS masing-masing kelurahan sudah terlalu lelah saat logistik dikirim dari TPS ke Gedung Senam.

Dia mencontohkan penempatan empat kotak suara satu TPS yang seharusnya berentet atau sejajar tapi antara empat kotak suara tersebut justru berjarak.

Dampaknya ketika ingin mengambil kotak suara TPS yang hendak dihitung, anggota PPK yang fisik dan pikirannya sudah digerogoti kelelahan harus kembali dibuat pusing mencari kotak suara.

"Mengambil kotak untuk persiapan TPS itu agak susah karena pengaturan empat kotak itu enggak sejajar, tidak dalam satu baris. Jadi nyari kotak DPRD di mana, kotak DPR di mana," lanjut dia.

Sebagai informasi, baru dua dari 10 kecamatan yang hasil penghitungannya suaranya sudah disahkan dalam rekapitulasi suara tingkat Kota Jakarta Timur, yakni Ciracas dan Matraman.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved