Dianggap Tak Beresiko, Paket Sabu Asal Amerika Serikat Jadi Celah Modus Baru Bandar Internasional

Kasatresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz membenarkan bahwa pengiriman asal AS ini merupakan modus baru.

Dianggap Tak Beresiko, Paket Sabu Asal Amerika Serikat Jadi Celah Modus Baru Bandar Internasional
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Dua WNA asal China yang diamankan dalam kasus pengiriman sabu asal Amerika Serikat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Sabu asal Amerika Serikat yang diungkap Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat merupakan modus baru dalam bisnis narkoba di tanah air.

Para bandar internasional seolah sudah merasa tak aman bila mengirim sabu dari negara yang sudah menjadi langganan pengiriman seperti China, Taiwan, Nigeria maupun Malaysia.

"Kami kalau cargo Malaysia, China atau Myanmar benar-benar kami periksa karena memang kita yakin bahwa kita harus control karena selama barang ini (narkoba) banyak dari situ. Tapi kita biasa tidak terlalu aware dengan barang dari Amerika karena kita pikir tidak terlalu beresiko," ujar Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta, Erwin Situmorang di Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (9/5/2019).

Erwin mengatakan dalam dokumen pengiriman barang itu, para bandar mengelabuinya dengan menuliskan bahwa sabu yang dikemas dalam bungkus kopi itu merupakan kopi merek dagang AS yang cafenya banyak dijumpai di Indonesia.

"Dalam dokumen mereka membohongi kita, di dokumen yang pertama bahwa mereka bilang barangnya itu kopi dari Amerika juga karena ada gambarnya. Sehingga Amerika style banget," kata Erwin.

Polres Metro Jakarta Barat Gagalkan Peredaran 28 Kilogram Sabu Asal Amerika Serikat di Indonesia

Kurir dikirim langsung dari China

Kasatresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz membenarkan bahwa pengiriman asal AS ini merupakan modus baru.

Terlebih para bandar mengirim langsung kurir mereka dari China ke Indonesia untuk memastikan barang tersebut sampai ke penerima yang merupakan jaringan lapas.

"Sengaja jaringan dari China atau pun Taiwan ini membeli barang di Amerika. Kemudian penjual ini mengutus dua orang ini untuk mengambil barang ke ekspedisi," kata Erick.

Halaman
12
Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved